Monday, March 9, 2009

Slumdog millionaire


ada yg menarik hari ini! alhamdulillah ternyata kalo menerima musibah dg lapang dada, sgalanya jd trasa bgitu indah. patah tumbuh hilang berganti (nyambung gak sih?!)
anyway...aku mw crita dikit. tadi dikelas agak istimewa (bagi diriku tentunya) karna dosenku social Psyc ngga ngajar kaya' biasa, tapi diganti kitanya kudu nonton movie. waahhhh...sapa yg nolakkk!!! heheh... walau ujung2nya mesti ada report...kagak papa deh...
judulnya slumdog millionaire. 
wahhh...dikepala langsung nyala alarm streotype nih...bawannya dah su'udzon...pasti ngga ktinggalan ma paket nyanyi+narinya neh...kumaha atuh si bapak...bawa movie kok???
but guys... ini ternyata mang beda! 

kisahnya menceritakan sepasang kakak adik yatim yg akhirnya menjadi piatu karna ibu mereka tewas dalam serangan kaum hindhu yg membenci mereka sbg komunitas muslim. alur crita ini mundur, memaparkan bagaimana jamal malik simiskin yg dikenal sbg pelayan itu bisa duduk dikursi panas ajang bergengsi Who wants to be a millionaire.
sungguh menakjubkan bahwa dia yg tidak pernah sekolah, yatim piatu pula, dan seluruhnya hidupnya dihabiskan dijalanan, mengembara, dan bekerja mencari duit bersama salim, sang kakak, bisa menjawab setiap pertanyaan quiz dg benar dan tanpa ragu2.
ternyata eh ternyata... setiap pertanyaan itu jawabannya malah sudah dia dapet sebelumnya, sepanjang perjalanan hidupnya. dia bisa jawab dg benar ketika ada pertanyaan gambar siapa yg ada di selembar dolar amerika, itu karena dia bersedekah kpd temannya, seorang pengemis+penyanyi jalanan buta yg kaget dikasih duit dolar, padahal biasanya kan rupee.
juga bagaimana dia bisa tau pencipta sebuah lagu lawas trkenal india (aq lupa judulnya! heheh...) ternyata ini terkait dg pengalamannya sewaktu mereka di tampung oleh seorang laki2 yg kononnya baik, tapi ternyata memperalat mereka untuk jadi pengemis. dan kejamnya lagi, para anak asuhannya yg bersuara bagus ketika menyanyikan lagu tadi, di imingi-imingi bakal dapet uang banyak, tapi harus cacat (mata mereka di cungkil supaya jd buta), agar tambah meyakinkan aksi mereka dijalanan. astaghfirullah... 
dia tau siapa pembuat senjata revolver karna kakaknya pernah menggunakan benda itu u/ membunuh lelaki penjahat tadi, juga bisa menjawab nama the three musketeers karna pernah dilempar buku ma pak guru pas disekolah.(pendidikan yg buruk!)
anyway... aku salut dg movie ini karna sedikit banyak berhasil mengangkat kehidupan muslim minoriti di india yg kerap kali jd objek kekerasan karna lemahnya hukum yg melindungi mereka dan masyarakat yg masih dicengkeram erat oleh stereotype, prejudice and discrimination. menampilkan dg lugas kerasnya hidup anak kecil jalanan, dan kriminal yg bertebaran. sama sekali tidak disensor adegan kekerasan yg dialami oleh sikecil Jamal yg dihajar oleh polisi india karena menjadi illegal guide bagi turis asing. malah dia bilang gini: 'sir, kalo mau tau bagaimana sifat asli org india, ya beginilah!' katanya sambil menutupi matanya yg berdarah.
trus terang,melihat tokoh jamal ini, aq jd teringat seseorang yg nasibnya juga ngga jauh beda. namanya Age, remaja yg menjadi pemulung untuk menafkahi ibu dan adiknya. hidup serba susah, tapi dikarunia intuisi yg tajam. 

inilah satu sisi kehidupan keras yg mungkin berbeda dg yg kita miliki. maka mengapa kita masih menunda untuk bersyukur???

0 comments:

Post a Comment

 
;