Suatu kali pernah berjumpa dengan seorang bapak. Dilihat dari perawakannya, sepertinya sudah berusia separuh abad atau lebih. Dia bercerita, “ Alhamdulillah. Rumah saya sekarang sudah pasang listrik sendiri. Jadi ndak perlu numpang lagi sama tetangga”.
Sampai disini, aku ikut bahagia mendengarnya. Namun, cerita masih berlanjut ternyata.
“Sebenarnya, waktu masih numpang sama listrik tetangga dulu, saya yang mbayarin tagihan listriknya. Saya sih ndak masalah. Wong sekalian nolong orang tho. Dia itundak punya penghasilan tetap mbak. Kadang seminggu ngga dapet duit. Tapi…lhakok ya orang ini kebangeten. Wong sudah ditolong, kok ndak ati-ati. Sering waktu saya ke rumahnya, saya liat kok boros banget make listriknya. Tengah hari bolong, jendela dibuka, kok lampu juga dinyalain. Wes tho. Pokok’e nda eman-eman gitu pake-nya. ya sudah, saya putus saja listrik saya.”







.jpg)




- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact