Wednesday, October 31, 2012 0 comments

Optimal dalam Syukur


Suatu kali pernah berjumpa dengan seorang bapak. Dilihat dari perawakannya, sepertinya sudah berusia separuh abad atau lebih. Dia bercerita, “ Alhamdulillah. Rumah saya sekarang sudah pasang listrik sendiri. Jadi ndak perlu numpang lagi sama tetangga”.
Sampai disini, aku ikut bahagia mendengarnya. Namun, cerita masih berlanjut ternyata.
“Sebenarnya, waktu masih numpang sama listrik tetangga dulu, saya yang mbayarin tagihan listriknya. Saya sih ndak masalah. Wong sekalian nolong orang tho. Dia itundak punya penghasilan tetap mbak. Kadang seminggu ngga dapet duit. Tapi…lhakok ya orang ini kebangeten. Wong sudah ditolong, kok ndak ati-ati. Sering waktu saya ke rumahnya, saya liat kok boros banget make listriknya. Tengah hari bolong, jendela dibuka, kok lampu juga dinyalain. Wes tho. Pokok’e nda eman-eman gitu pake-nya. ya sudah, saya putus saja listrik saya.”
0 comments

Mengapa Menulis?


Sebuah pertanyaan dapat melahirkan begitu banyak jawaban, bermacam alasan dan tak terhitung pernyataan. Mengapa menulis? Maka satu suara menjawab, bahwasanya ia hanya sekedar kegemaran. Keinginan untuk berbagi cerita, berita, dan pengalaman. 

Ada juga yang merasa bahwa dengan menulis, beban di dada seolah telah terkikis. Gundah gulana menguap bersama tarian jari jemari di atas kertas tipis.  Maka menulis adalah laksana obat manis.
Menulis, ya karena ingin menulis saja. Tidak perlu alasan. Begitulah sebagian orang melontarkan jawaban. Ini, bukan karena tidak ada alasan, namun mereka hanya tidak mampu menjelaskan. 
Untuk menyampaikan pesan yang mungkin kelu jika diutarakan dengan lidah. Karena tak semua manusia cakap dalam berbicara, menyampaikan ragam pikiran dan isi hati. Disini, menulis menjadi salah satu bentuk ekspresi manusiawi.
Tuesday, October 16, 2012 0 comments

“Maaf, tolong perhatikan makanan anda”.



Ada apa sebenarnya dengan makanan kita? 
Sebentar, sebentar. Sahabat, coba tolong acungkan jari siapa yang suka makan daging ayam? 1…2…15…35…50…75... wuihhh, hampir semua ternyata.
Tidak heran memang kalau ayam menjadi menu terfavorit hampir di seluruh dunia. Enak, mudah di dapat, dan malahan di sebagian tempat harganya justru lebih terjangkau dari pada lauk lain, ikan misalnya. Tersedia tidak hanya di warung-warung kecil pinggir jalan, tapi juga di restoran-restoran mewah. Bahkan termasuk menu wajib di restoran fast food seperti kfc, Mc donald, dan sejenisnya. 
Sahabat, mau tau ngga bagaimana proses penyediaan daging ayam potong tersebut? Seorang kawan pernah bercerita, ada temannya yang terlibat dalam penelitian penyediaan ayam potong. Sebuah peternakan ayam besar, setiap harinya  mesti menyediakan ribuan ayam potong segar untuk menyuplai kebutuhan pasar. Dan setelah diteliti, ayam-ayam potong ini ternyata memiliki siklus hidup yang tidak normal. Sang ayam di suntik agar membesar dan bertelur lebih cepat sehingga bisa segera di jual. Proses pemotongannya pun serba instan.
0 comments

Pada yang kecewa

Pada yang kecewa, 
Kami ini juga manusia seperti anda. 
Tak terluput dari khilaf dan dosa. 
Namun kami sedang mencoba. 
Sembari ishlah dan menambah ilmu, tetap kami pilih untuk percaya. 
Karena kami yakin, karena kami sadar.
Allah ada diatas segalanya.

Pada yang kecewa,
Bukankah ini ladang buat kita?
'tika saudaramu salah, tidakkah dirimu terpanggil utk merangkulnya?
Bisikkan kata hikmah, sebut ia dalam doa.
karena bukankah saling menasehati itu anjuran agama?


Pada yang kecewa,
Dalam kumpulan manusia manapun berada
Tak akan pernah lepas dari berbagai emosi dan rasa
Karena kita semua punya kepentingan serta agenda

Sungguh,kecewa itu niscaya
Pada mereka yg kurang bijak menyikapinya
Sungguh, kecewa itu bagai penjara
Maka cepatlah keluar dari sana.
Ayo, bebaskan segera jiwa anda !!

Pada yang kecewa,
Silahkan saja kecewa pada manusia
Asal ingat.
Jangan pernah kecewa pada-Nya !



#ningratih
Monday, October 15, 2012 0 comments

Keutamaan 10 hari PERTAMA bulan DZULHIJJAH*



Sesungguhnya termasuk sebagian karunia Allah dan anugerah-Nya adalah Dia menjadikan untuk hamba-hamba-Nya yang shalih waktu-waktu tertentu dimana hamba-hamba tersebut dapat memperbanyak amal shalihnya. Diantara waktu-waktu tertentu itu adalah sepuluh hari (pertama) bulan Dzulhijjah. Berkenaan dengan firman Allah Ta’ala:
Demi Fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al Hajr:1-2)
Mayoritas ulama berpendapat bahwa dalam ayat ini Allah Ta’ala telah bersumpah dengan “sepuluh hari” pertama dari bulan Dzulhijjah ini. Pendapat ini pula yang dipilih oleh Ibnu Jarir ath Thabari dan Ibnu Katsir rahimakumullah dalam kitab tafsir mereka.
Hari-hari sepuluh pertama bulan Dzulhijjah ini memiliki beberapa keutamaan dan keberkahan, dan penjelasannya sebagai berikut:
PERTAMA : beramal shalih pada sepuluh hari ini memiliki keutamaan yang lebih dibanding dengan hari-hari lainnya.
Sunday, October 14, 2012 0 comments

Dusta menjadi 'diri sendiri'


Seorang kawan pernah bercerita bahwa ia memiliki beberapa kenalan yang ia sebut sebagai lady man. Maksudnya lelaki yang berprilaku seperti wanita. Ketika itu sedang liburan idhul fitri. Dan ia bertemu dengan salah seorang waria ini di satu pusat perbelanjaan. Si waria ini bekerja sebagai kasir. Jika kita sekilas melihat si lady man ini, niscaya kita akan percaya bahwa dia adalah seorang gadis melayu cantik dan anggun dengan baju kurungnya. Begitu paparnya.
Si sahabat kita ini sempat bertanya, “kok ngga cuti liburan begini? Ngga mudik?”
Jawab si waria itu,” keluarga tidak menerima saya selama saya masih seperti ini (waria). tapi Saya tak peduli. Saya hanya inginmenjadi diri saya sendiri”.

Di lain waktu si waria ini bercerita tentang kehidupannya kepada teman kita ini. Karena ia sering berbelanja di pusat perbelanjaan tersebut, maka mereka sering bertemu dan menyapa. Si waria bercerita bagaimana ia melakukan operasi plastik demi memodifikasi tubuhnya hingga nampak seperti seorang model. Tentang belanja kosmetik bulanannya, dsj. Dengan itu maka dia menganggap, seperti itulah dirinya.  

Menjadi diri sendiri?? Sungguh! Memikirkan ucapan ini, justru membuatku makin yakin bahwa sebenarnya dia yang justru tidak mengenal dirinya sendiri. Dia tahu,bahwa dia dilahirkan sebagai lelaki normal, namun ia malah ingin menjadi seorang perempuan. Dia paham bahwa tubuh yang dimilikinya adalah tubuh seorang lelaki, namun dengan segala upaya ia rubah sesuai dengan keinginannya. Ini…bukankah justru menunjukkan bahwa ia tidak mengenal dirinya sendiri?? Fitrah awalnya adalah sebagai seorang pria, bukan wanita.

Tidak ada orang yang paling menderita melebihi orang yang tumbuh tidak menjadi dirinya sendiri, tumbuh tidak menjadi jasadnya sendiri, dan tidak menjadi pikirannya sendiri (Angelo Battero)
Dan kurasa, saat ini… dia merasakan penderitaan itu. karena dia sedang mendustai dirinya sendiri.  
Wednesday, October 10, 2012 0 comments

Kidal... so what??


GuysSejak kecil, hampir setiap orang tua selalu mengajarkan anaknya untuk menggunakan tangan kanan dalam beraktivitas. sedang pemakaian tangan kiri, sedikit banyak telah terdiskriminasi, Paling-paling tangan kiri kepake pas kita ke WCMereka bilang, kalau kita memberi atau menerima sesuatu harus pakai tangan kanan. Katanya kalau pakai tangan kiri itu ngga sopan, ngga menghormati, ngga menghargai, dll. Trus, gimana donk dengan nasib orang kidal??? Nah… kali ini kita akan ngebahas topik ini nih!

Daku yakin kalian pasti sudah tau kalo otak kita itu secara garis besarnya terbagi menjadi 2 bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri. Nah, cara kerja si otak ini sebenarnya bersilangan. Artinya, otak kanan itu mengontrol seluruh bagian tubuh sebelah kiri, sedang otak kiri ya sebaliknya. Jadi, orang yg kidal itu tentulah akibat dari dominasi otak kanannya.  

Gimana sih kok bisa jadi 'the left handed person'??
Tuesday, October 9, 2012 0 comments

Anak Indigo


Diculiknya Prof. Aslan, Direktur OIC dan pendiri Akademi Indigo, Dr. Recep Gul menjadi suatu ancaman bagi masyarakat Islam dunia. Detektif Indigo terpilih dari seluruh dunia, dipanggil untuk menyelidiki kasus rumit ini. Dan yang terpilih itu adalah enam sekawan dari Junior High School Indigo Sepang - Chen-chung si hafiz, Faruq yang serba tahu, Mihrimah Maryam pakar sains forensik, Ruzbihan yang tajam indera pembaunya, Rabiah Zaitun si ahli kimia, juga entomologis, Isamu Nakamura. Dalam penyelidikan itu mereka mengusut suatu konspirasi besar yang melibatkan seorang tenaga pengajar mereka, di samping menyelesaikan kasus pembunuhan kejam seorang pelajar. Berhasilkah para remaja ini menyelesaikan semua tugas berat ini??? Silahkan baca sendiri kelanjutannya di buku Detektif Indigo kembali karya Faisal Tehrani!
3 comments

Catatan Konflik Lawas Gereja vs Sains


Sobat, ada satu buku menarik; Islam and Science yg ditulis oleh Pervez Hoodbhoy (1991). Keren deh!
Nah... topik yg mau aku share kali ini adalah salah satu bab-nya yg berjudul; The war between Science and Medieval Christianity. Dijamin ngga ngebosenin kok!
Di awal tulisan aja diawali dengan statement ini:
The wife of the Bishop of Worcester, when informed about Darwin’s theory, commented, “Descended from the Apes! My dear, let us hope that it is not true, but if it is, let us pray that it may not become generally known” .

Guys, yoU know what... ternyata doa Nyonya ini dikabulkan Tuhan, karna teori ini akhirnya muncul juga ke permukaan. yang artinya_seperti ucapan Nyonya tadi_ ini ngga  benar. Karna kalo benar, maka tentunya ini hanya akan menjadi sebuah rahasia sakral. Begitu kan?! (ngasal deh daku!)
Monday, October 8, 2012 0 comments

Nikah..., ngga mau??


Lagi-lagi topiknya ga jauh dari nikah neh... pengaruh lingkungan kali ya?! (haiahhh)
tapi yg ini beda kok! Coba baca dulu deh sobat apa yg mo kubahas kali ini, berdasarkan pengalaman nyata, memori beberapa waktu yg lalu, obrolan bersama seorang kawan.
“ Kak... kapan nih nikah??? Pokoknya jangan lupa undang aku ya! Atawa minimal dilibatkan dibagian konsumsi acara aja deh..huehehe....”
“ Duluan aja gak papa, tih”.
“Wah..gak etis! Ga pareng...”, jawabku.
 “Aku gak mau nikah kok!”, balasnya santai sambil tetap asyik ngerapiin bukunya.
“Becanda mbok yo ojo kebangeten tho mbakyu...”, koreksiku.
“ lha...sapa yg becanda! Serius kok! Nikah itu capek, repot, ga bebas!”,
Gubrak!!! Pingsan deh aku nge-dengarnya! ( hehe...becanda kok!), tapi jawaban itu memang beneran terucap.  Kutanya kenapa, ya katanya repot ntar kalo punya anak, doi yg hobinya jalan bakal merasa gak bisa sebebas saat ini, dan yg pasti dia masih pingin lanjut studinya lagi ke jenjang Phd. Menurutnya lagi, saat ini dia dah merasa semua kebutuhannya sudah terpenuhi dari segi finansial jadi tanpa suami pun dia bisa berdikari. Waaa????
Aku nyengir. Yg lain pada heboh ngomongin topik panas ini, eh dia kok???
Dilain kesempatan, dia dengan pede declare di depanku bahwa dia itu feminis.
Jdeerrrr...
0 comments

Aku dan pelaut


Kadang aku merasa lucu. Diriku ini sudah seperti pelaut saja. Pergi berlayar meninggalkan rumah berbulan-bulan, bahkan tak jarang dalam bilangan setahun atau 2 tahun. Berada dirumah, paling lama juga 8 minggu. Kemudian kembali berlayar. Semua, demi menuntut ilmu. Subhanallah, begini rupanya perjalanan hidup para musafir terdahulu. Imam Syafi’I, Imam Bukhari, Imam Ahmad bin Hambal (duh, sama sekali tidak pantas diriku ini disandingkan dengan mereka).
Inilah jalan yang Allah takdirkan. Menyesal??? Sama sekali tidak pernah. Justru a zillion thanks to Him. Alhamdulillah. Inilah Nikmat menuntut ilmu.
Friday, October 5, 2012 0 comments

What's wrong with the society?

Hmmmm.... sebenarnya ada beberapa tradisi dimasyarakat kita yg sejujurnya bikin aku heran 7 putaran.
Yang pertama, ngamplop pas menghadiri undangan, dalam konteks ini maksudnya walimahan. Dan yg jadi sensasi adalah diamplopnya itu pake ditulisi nama si pemberi. Waduhh????
Suerrr!!! Kalo yg ini aku baru tau soale didaerahku ngga ada yg jenis begini.
Makanya pas dikasih tau salah seorang temenku yg dari jakarta tentang ini, aku langsung histeris githu! Hehe...
Waahh... kalo begini mah, bisa mencemari prinsip Hajatan itu sendiri dong! (halah... gayane!)
Ya iya-lah! Gimana ngga ?!
Wong pasti ketahuan dong berapa duit yg disumbang.
Kalo kecil jumlahnya... ntar jadi buah bibir, sedangkan kalo besar... kadang kita-nya yg kerepotan (depend on monthly budget).
Kalo pas sebulan sekali dapet sih ngga masalah. Tapi kan kadang bisa juga tuh satu minggu dapet 3 undangan. Waaahhhh...!!! Nah lho... masalah deh!
Akhirnya... prinsip puas & bahagia yg mau dicapai malah jomplang adanya.
Fiuuuhhhh.... sebenarnya dari mana sih ide “cantum nama” itu???


0 comments

Episode Ngambek

Mungkin kita kesal, ketika kita merasa bahwa orang akan mendekat kepada kita hanya ketika mereka memerlukan sesuatu.

Mungkin kita jengkel, ketika mungkin tidak terlalu dilibatkan dalam mengambil keputusan, sedang kita merasa bahwa kita seharusnya terlibat

marah, sedih...

Ahh, sebenarnya kawan, itu tak perlu. bukankah seharusnya kita bahagia, karena orang lain masih ingat pada diri kita disaat masa sulitnya? kita-lah yang ia ingat. kemudian ia datang. dan itu..itu artinya dia percaya, bahwa kita-lah yang bisa membantunya menyelesaikan masalah.
lihat! kita masih bisa memberi manfaat kepada orang lain. lalu mengapa kita jengkel??

Dan ketika kita tidak dilibatkan dalam suatu urusan, sedangkan seharusnya suara kita di dengar, ahh...tahukah kawan. ego kita-lah yang sedang berteriak. 

sahabatku yang baik hati...sungguh,itu bukan dirimu...
kembalilah menjadi dirimu 
 
;