Belakangan ini aku selalu mencari-cari sosoknya. Sungguh, rindu sekali ingin berjumpa. Dimanakah kau berada, sahabatku? Adindaku?
Telponku tak diangkat. Sms tak terbalas. Sapa twitter pun masih sunyi. Ada apa gerangan ini? Aku khawatir. Maka kutitipkan tanya dan sapa pada siapa saja yang sekira akan berjumpa dirinya. Dan kali ini, banyak pula yang menanyakan dirimu.
Waktu pun berlalu. Namun keadaan masih sama. Sunyi. Allah, tolong beri jawaban.
Dan hari itu, di bawah kubah rumah-Nya, kabar itu datang tiba-tiba. Bagai disambar petir rasanya. Tajam sekali isi berita; ‘Kau telah pergi!’ Allahu Rabby…
Mengapa tak ada berita? Mengapa begitu cepat? Mengapa kau bahkan tak berbagi kisah seperti biasa? Bukankah sedikit lagi kau sampai sahabatku? Sebentar lagi. Mengapa kau tidak mau menunggu sejenak lagi.
Hatiku gerimis. Berkerut pelipis. Ada amarah dan kejengkelan. Menyalahkan diri sendiri yang tidak perhatian. Mengapa tidak peka keadaan saudaramu? Astaghfirullah…


- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact