Wednesday, April 17, 2013 0 comments

Analogi jualan Donat & Dakwah


Tok…tok...tok…


“Assalammu’alaikum”, sesaat kemudian terdengar langkah ringan menuju pintu.  

“Sis, do you want to buy some doughnuts?”, ucap kami ketika daun pintu terkuak.

Ada yang membeli, tapi tak sedikit pula yang menolak ketika ditawari. Kulirik jam tangan. Pukul 11pm. Yahh, maklumlah. Ini sudah hampir larut malam. Selain sudah pada makan malam, tentu saja orang-orang tengah bersiap untuk tidur. Paling hanya segelintir saja yang masih terjaga. Namun biarlah, yang penting kami sudah berusaha.

Lohh?? Jualan kok tengah malam? Salah timing tuh!
Tuesday, April 9, 2013 0 comments

Bagaimanakah Para Ortu Yahudi mengajari anak Membaca??

Ada yang menarik di kelas hari ini. Diawali dari sebuah pertanyaan oleh sang dosen,
“You guys, do you know how the Jewish parent teach their children to read?”
Membaca? Memangnya bagaimana mereka mengajarkan anak-anak untuk membaca? Berbedakah dengan yang lazimnya dilakukan? Mengeja huruf, atau mengelompokkan bunyi. Apakah mereka membaca dengan cara membalikkan buku? Atau mereka punya metode khusus? Gimana?
Mari perhatikan percakapan seorang ayah dengan anaknya yang baru berusia 5 tahun ini.
“Nak, hari ini ayah izinkan kau pergi ke rumah tetangga kita Mr. Smith, di ujung desan sana. Bahkan kau boleh berada disana hingga sore hari, sebelum matahari terbenam. Dan ketika pulang nanti, ceritakan pada ayah semua hal yang kau tahu, yang kau dapat tentang Mr. Smith”
Sunday, April 7, 2013 0 comments

Ukhuwah & Running-Man


Gombak, 7.40am

Pagi yang cerah. Alhamdulillah…
Dingin pagi mulai beranjak pergi seiring datangnya sang mentari. Suasana masih sepi. Asrama hening. Tirai-tirai jendela kamar baru sedikit yang terkuak. Sama sekali tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kehidupan didalamnya. Maklumlah…weekend gitu loh.  

Di lapangan nan luas itu, sekitar 15 anak dara telah berkumpul melingkar di sana. Sedang apa? Oh..lagi pemanasan rupanya.  Yiapss... Aktifitas pagi ini adalah olahraga bersama. Yuhhhuuu!!!

Bukan acara yang ‘wah’ sebenarnya. Bahkan ujung-ujungnya, hanya  tersisa 13 orang yang siaga di arena. Padahal, berdasarkan harapan & perhitungan, setidaknya ada 20 orang yang akan hadir. Tapi begitulah.. Man suppose, God Dispose.

Kalau mengikut rencana di atas kertas, semestinya setelah pemanasan ringan, kami akan tawaf (baca: marathon) keliling kampus.  Namun ternyata, the power of audience begitu luar biasa hingga dapat mengubah keputusan panitia. Tawaf mengelilingi kampus diganti dengan tawaf mengelilingi danau belakang asrama. Ngga nyesel kok, soale itu juga sekitar 1km gitu. Impas lah…
 
;