Saat ini,
Dunia sedang dihebohkan dengan isu kiamat.
Dan
diriku jadi heran sendiri. Mengapa orang-orang yang notabene adalah non muslim ini
begitu risau dengan kiamat? Bukankah mereka mendustakannya? Takutkah mereka?
Dan apa sebenarnya yang membuat mereka takut? Kematiankah? Kehancurankah? Rasa
sakit yang melanda? Ataukah takut akan kehilangan? Ataukah mungkin saja, mereka
takut, bahwa kehidupan setelah mati itu memang benar-benar ada?
Mereka
ynag tidak percaya Allah, mendustakan agama, namun ternyata percaya akan
terjadinya kiamat.
Berbagai cara pun dikerahkan. Ada yang membangun bunker
keselamatan, lucunya, bahkan ada yang membangun hotel/apartemen untuk ditinggali ketika kiamat nanti datang. Bahkan konon, alasan
para ilmuwan merakit pesawat luar angkasa, dan gigih mencari planet kehidupan
diluar sana, sebenarnya adalah agar bisa menyelamatkan diri dari Hari
kehancuran Dunia. Entah berapa gudang uang yang telah dikosongkan demi mega
proyek ini.
Sebagai
muslim, sudah begitu sering rasanya kita diingatkan Allah tentang hari akhir
ini. Lihat saja dalam Al Qur’an. Begitu banyak ayat-ayat bertebaran yang
menceritakannya.
Secara
mental, kita sebenarnya sudah dipersiapkan oleh Allah untuk mengahadapinya.
Bahkan sudah diberi tahu dengan cukup jelas bagaimana huru hara kiamat. Seperti
apakah kondisi ketika itu, keterangan tentang tanda-tanda menjelang, bahkan
petunjuk keselamatan pun sudah disampaikan.
Maka
sekarang pertanyaannya adalah; sudah sejauh apakah diri ini menyiapkan diri dan
perbekalan untuk menghadapi itu semua?



0 comments:
Post a Comment