Thursday, November 29, 2012

Dragon Zakura. sugoi!

Dragon zakura.
Eitss… ni bukan drama tentang monster naga musuhnya ultra man lho. Tepatnya, Ini nama sebuah pohon sakura dibelakang suatu sekolah SMU di jepang.
Sudah khatam nonton Gokusen? At least yg season 1 deh.
Naaah, drama ini juga mengambil setting sekolah, zoom in pada kehidupan murid dan guru. Persamaan lainnya, dua-duanya adalah sekolah yg diceritakan sebagai sekolah nomor satu di jepang, dalam urusan jebloknya akademik!
Padahal sudah tingkat SMU, tapi ya ampyun… berasa di TK aja deh kalau liat kelasnya.
Kalau di Gokusen settingnya khusus sekolah anak laki-laki, tapi di Dragon zakura lebih heterogen. Es campur deh. Preman ada, anak band gak ketinggalan, cewek-cewek pesolek banyak, tukang nge-gossip apalagi. Parahnya, the head master malah doyan shopping. Wes tho, bikin ngurut dada deh pokoknya.
Plot cerita di gokusen, sekalipun settingnya sekolah, tapi yang di kupas lebih ke kehidupan pribadi murid-murid. How to deal with juvenile delinquent, This film might help you to gain some insight.
Nah, disinilah terletak perbedaan kontras antara 2 film ini. Dragon zakura, lebih menyoroti kehidupan murid dari segi akademik.
Tokyo University (Todai), adalah university number 1 in Japan. Dan murid-murid dari sekolah njomplang ini ditantang untuk bisa masuk kesana. Mungkinkah???
Well, nothing is impossible. Setidaknya, begitulah yg di percaya Sakuragi sensei.
Study smartly, itu strateginya. Dia bukan seorang lulusan todai, bahkan bukan seorang guru. dia hanya seorang pengacara miskin yg berkemauan keras. Tambahan pula, mantan racing gang member.
6 murid di karantina di kelas spesial demi pencapaian misi ini. hasilnya??
Saksikan sendiri deh!

Jadi...apa nilai lebih dari film ini
Buat aku pribadi, this movie is highly recommended to be watched.
Don’t worry. Gak ada adegan ‘sensor’.
Dalam movie ini, kita bahkan bisa dapat pengetahuan tambahan. Strategi dalam belajar khususnya. Istilahnya mnemonic.
Matemika itu kan serem!
Belajar bahasa inggris, ah susah!
Belajar sastra?? Ngantuk deh!
Sejarah??? Lewaaaat!
Begitu???
Chotto mina, di movie ini mereka diajarin cara belajar yg smart. Akhirnya, paradigma mereka jadi berubah. Study is FUN! Jangan takut ujian. Exam is only a dialogue!
Latihan itung-itungan matematika, bisa sambil main tennis meja. Belajar sastra pake komik. Sugoii! Pokoknya asyik deh! Kita-kita boleh nyontek kok. maksudnya nyontek cara mereka belajar. Pas banget buat kita-kita yang lagi menuntut ilmu.
Ending-nya juga not bad. Intinya, kita diajarin realita itu kadang ngga selalunya sesuai dengan harapan. Dalam soal ujian, hanya 1 jawaban yg paling benar. Tapi dalam hidup, bukan Cuma 1 jawaban yg benar.

Nando demo get up and try!

0 comments:

Post a Comment

 
;