Gombak, 7.40am
Pagi yang cerah. Alhamdulillah…
Dingin pagi mulai beranjak pergi seiring
datangnya sang mentari. Suasana masih sepi. Asrama hening. Tirai-tirai jendela kamar
baru sedikit yang terkuak. Sama sekali tidak menunjukkan adanya tanda-tanda
kehidupan didalamnya. Maklumlah…weekend gitu loh.
Di lapangan nan luas itu, sekitar 15
anak dara telah berkumpul melingkar di sana.
Sedang apa? Oh..lagi pemanasan rupanya. Yiapss...
Aktifitas pagi ini adalah olahraga bersama. Yuhhhuuu!!!
Bukan acara yang ‘wah’ sebenarnya. Bahkan ujung-ujungnya, hanya tersisa 13 orang yang siaga di arena. Padahal, berdasarkan harapan & perhitungan, setidaknya ada 20 orang yang akan hadir. Tapi begitulah.. Man suppose, God Dispose.
Kalau mengikut rencana di atas
kertas, semestinya setelah pemanasan ringan, kami akan tawaf (baca: marathon)
keliling kampus. Namun ternyata, the
power of audience begitu luar biasa hingga dapat mengubah keputusan panitia. Tawaf
mengelilingi kampus diganti dengan tawaf mengelilingi danau belakang asrama. Ngga
nyesel kok, soale itu juga sekitar 1km gitu. Impas lah…
Kemudian…dimulailah games yang pertama:
Tebak gambar. Dan begitulah… akhirnya kelihatan, sapa yang berbakat melukis dan
sapa yang berbakat menumis. Makna istilahi dari menumis adalah:
"goreng aja, mbak! masukan bumbu, bahan apa aja lah, yang penting jadi. Gambar aja apa yg bisa digambar! yang penting akhirnya berwujud gambar!".
Nah, yang repot ya yang giliran nebak, gambar apakah kiranya yang sedang dilukis itu?! Sungguh, kreatifitas manusia ternyata begitu luar biasa. Hingga akhirnya gambar Masjid disebut Helikopter, dan gambar rumah dikira gambar pensil. jyahahaha...Parah!
"goreng aja, mbak! masukan bumbu, bahan apa aja lah, yang penting jadi. Gambar aja apa yg bisa digambar! yang penting akhirnya berwujud gambar!".
Nah, yang repot ya yang giliran nebak, gambar apakah kiranya yang sedang dilukis itu?! Sungguh, kreatifitas manusia ternyata begitu luar biasa. Hingga akhirnya gambar Masjid disebut Helikopter, dan gambar rumah dikira gambar pensil. jyahahaha...Parah!
Games berikutnya: tebak langkah,
triple shoot, and human passing. Yang setia nongkrongin Running man, pasti
tahu-lah ya…
Sesi Quiz juga lumayan lah. Lumayan nguras
keringat maksudnya. Soale, untuk ngejawab pertanyaan yang sebenarnya ngga ada
susah-susahnya itu, kami tetap harus bersusah payah. Semua kudu lari sambil
bergandengan tangan. Uhh,sok sweet! Dan akhirnya korban pun berjatuhan. Lecet disana
disini, terseret arus semangat & ambisi manusia. So, moral of the story adalah: ternyata ukhuwah itu
berdarah-darah. *nyaribetadin.
Dan akhirnya, sampai juga di babak
final; Race and Rip name tag. Hohoho… familiar kan?!
yiaapps! saatnya berburu beng-beng! harta karunnya beng-beng euyyy. *Mataberbinar
yiaapps! saatnya berburu beng-beng! harta karunnya beng-beng euyyy. *Mataberbinar
Dari sejak pertama Perburuan
dimulai, sudah diumumkan bahwa ada “2 Spy” yang disusupkan diantara kami semua.
Entah mereka berada di grup yang mana. Curiga, su’udzon, dan saling menuduh, itulah
yang kemudian terjadi. Tidak nyaman memang. Karena bukankah dalam ukhuwah kita
diajari untuk ber-husnudzon kepada saudara?! Kemudian, siapapun yang nametag-nya
berhasil di robek, maka harta si korban harus berpindah tangan kepada sang
lawan. Ngga adil kan? Dia yang sudah bersusah payah ngorek-ngorek, lompat, dan lari-lari
buat nyari dan ngedapetin harta karun tersembunyi, ketika nametag-nya di robek,
ehh, harta malah berpindah tangan. Tapi… inilah bedanya kami dengan Running
man. At the end of the day, ghanimah itu tetap kami bagi rata pada semua
peserta.
So, what’s the good thing behind the
games? Tentunya, mengeratkan kembali ukhuwah diantara kami semua. Kemudian, menguji kerjasama
dan kesolidan tim. Siapapun yang hadir ketika itu, memiliki arti dan kontribusi
tersendiri dalam proses berjalannya permainan tersebut.
Dan yang pasti lagi…badan
sehattt! Ehh tapiii… ada juga sih yang sakit (lecet-lecet dan berdarah). On top
of that, akhir cerita tetep happy ending. Semua bergembira, sambil
berpelukaaan! Ditambah lagi, grup yang menang, juga yang kalah, tetap dapet
hadiah. Alhamdulillah, syeneeengg!
Sungguh… Ahad pagi yang penuh berkah…
*Jazakillah semuanya...wa bilkhusus kpd duo panitia, sang 'designer' acara. Daebakk!!



0 comments:
Post a Comment