“Selamat ulang tahun…”
Hmmm, Bagiku sebenarnya, ganjil sekali ucapan ini. Yaah, kita
Lazimnya juga, kalo pas tiba hari lahir, akan dirayakan dg pesta, karena ini adalah hari bahagia. Alhamdulillah kalo itu sebagai apresiasi wujud syukur atas segala karunia yg telah diberi oleh Allah selama ini. Tapi lagi-lagi aku berpikir, kenapa kok malah gembira ya, padahal hakikatnya jatah umur kita kan justru makin berkurang, juga semakin mendekati kematian?! Menurutku sih, hadiah yg paling bagus untuk orang yg lagi berulang tahun itu… jam saja, jam pasir kalo bisa.heheh… karena benda inilah yg paling cocok sebagai reminder bahwa waktu yg dimiliki semakin berkurang. boleh juga sih kain kafan, toh itukan bermanfaat banget, hadiah yg bisa dibawa sampai mati, bahkan menghadap Allah. Heheh…
Well, disadari atau tidak, intinya, semakin hari, semakin lama, semakin tahun (lah?!), kita itu semakin tua. Bagiku, rasanya baru kemarin aku masuk SD pake seragam merah putih dengan tas ransel baru dipunggung berdiri didepan kelas, eh… ternyata sekarang sudah berdiri disini, ribuan mil jauhnya terpisah dari keluarga, sanak saudara dan tanah air tercinta (jyaah). Duduk didepan jendela menekuri kalender, kaget sendiri. Ya ampun, ternyata umurku sudah segini?! Kok cepet banget ya waktu berlalu??? Rasanya baru kemarin.. bla…bla…bla… trus, sekarang sedang di fase ini. Jadi berikutnya akan ke fase bla..bla..bla… yah, Begitulah sunatullah, siklus kehidupan.
Hingga akhirnya aku tercenung. Sadar bahwa suatu hari nanti, aku, diriku, akan hilang dari peredaran bumi. Aku, akan tinggal dibawah tanah.
Glekk!
Dan plakkk!!! Ah ya, bukan berapa lama waktu yg masih tersisa yang harus aku pikirkan, tapi berapa banyak hal yg bisa kulakukan. Ya...ya…ya…


0 comments:
Post a Comment