Belajar sejarah???
Ah... boring!!! Ngga asyik!
Ngantuk!!! Gurunya ceramah mulu!
Mumet! Soalnya banyak mesti ngapalin ini itu! Huaaah....
Itulah komentar oleh kebanyakan orang_student especially_ kalo pertanyaan diatas muncul.
Hummm... ngga salah emang! Buktinya ya aku sendiri... -_-‘
Selama sekolah dulu, nilai subject ini ngga lebih dari angka sekian.
Aku emang agak badung! Dulu, kalo lagi kumat, biasanya aku izin ke toilet trus kabur kekantin atau kekamar, tidur (soalnya sekolah berasrama).
Atau... kalo lagi males, yo wis... tangan ndelosor diatas meja dg formasi Superman terbang dan... there i go... sekejap kemudian dah lelap. Padahal aku kalo duduk dikelas selalu paling depan atau baris ke-2. Ckkk..ckkk
Tapi... anehnya, kalo diluar kelas, aku malah doyan banget baca buku atau artikel ttg sejarah.
Ngerasa asyik aja karena kok seperti nonton film yg diputar dengan imajinasi dalam otakku. Moreover, kan aku juga suka banget tuh baca novel and nonton film science fiction/epik,
But the truth is... pertama kali aku bener2 antusias buka buku sejarah adalah karena Samurai X (maklum, maniak banget!). Aku penasaran dg kata2 seperti Restorasi Meiji, Era Tokugawa, dan Jupon Gattana yg sering mereka ucapkan.
eh, lha kok lama-lama aku jadi having special interest githu!
Palagi kalo pas dikelas, yg cowok biasanya terlibat diskusi dg teacher sejarah_ karena yg cewek ngga minat_ dan aku jealous soale Cuma bisa jadi kambing congek.
So... akhirnya aku mulai serius deh belajar sejarah.
As a result, lumayan... nilaiQ berangsur membaik, meski ngga pernah jauh dari rata-rata kelas.
Dan sekarang, pas banget karena aku lagi ambil kelas Sejarah.
Eh Sobat... sebenarnya asyik kok belajar Sejarah itu. Hanya yg sering terjadi adalah misconception ttg Sejarah itu sendiri.
Pertama : “Sejarah tu pasti identik dg menghafal”.
Nah, paradigma ini sebenarnya terbentuk dari hasil didikan guru kita dulu. Kalo dibilang kesalahan mereka ya terlalu kejam rasanya. Tapi yg pasti, yg membuat aku jadi berkesimpulan seperti itu adalah karena ketika ujian, pertanyaan yg bikin kita demam and sakit perut adalah soal2 ttg tanggal peristiwa, isi perjanjian2 atau undang-undang, dan singkatan2 istilah yg emang udah statis dari sononya, so... kita ngga bisa menggunakan nalar.
Kedua : "Sejarah selalu dikaitkan dg masa lalu_ orang yg sudah mati, peradaban kuno, sisa peninggalan2 bahula, Peristiwa2 lama".
Ngga salah! That’s true! Tapi dalam arti luasnya, kita bisa lihat bahwa sejarah juga merekam tentang hal2 lain yg sudah menjadi masa lalu, yaitu kemarin, kemarin lusa,seminggu yg lalu,dst.
Misalnya, Berita tentang menangnya pasangan Markis kido-Hendra setiawan yg berhasil menggondol emas di olimpiade beijing kemarin, sudah menjadi bagian sejarah bahkan.
ketiga : "Sejarah akan terus berulang".
Ngga juga! Karena yg memutuskan bahwa sejarah itu akan berulang atau tidak adalah manusia itu sendiri sbg sang pelaku
Keempat : "History is bedtime stories".
Hummm.... perlu kalian ketahui sobat, para sejarawan itu selalu mengutamakan bukti dan critical thinking. Jadi, keotentikannya selalu digali dan dijaga.
Boleh saja kalo kalian berinisiatif bercerita ttg Majapahit atau Peradaban Mesir sbg pengantar tidur untuk si adik. Lebih cerdas malah ketimbang cerita ttg putri salju atau cinderella yg ngga jelas.
Tapi sekali lagi, sejarah bukan hasil bualan, mitos, legenda, yg kebenarannya Wallahu ‘alam.
Hanya yg perlu diingat, seperti yg dikatakan oleh Napoleon Bonaparte bahwa Sejarah adalah selalu ditulis oleh Pemenang. Sifat sejarah : selalu merupakan cerita satu sisi_seperti tadi yg sudah dikatakan_ otoriti sang pemenang. Pihak yg kalah tentu tak punya kekuasaan dan kekuatan untuk menganggkat pena sejarah dan mengukir kisah mereka,versi mereka.
Well... Pertanyaan lain yg pernah muncul dalam kepalaku : kira-kira Seperti apa ya sejarah yg tak terekam itu???
Oh ya... balik lagi!
Ngapain sih belajar sejarah, toh prospek kedepannya ngga cerah?!
Githu??? Masa’ sih?!
Coba liat lagi!
Lagi-lagi, perlu kalian ketahui sobat! Sejarah selalu mempelajari bermacam2 aspek; politik, sosial, ekonomi, hukum, medical. Bisa dibilang, sejarah adalah asas dari segala ilmu.
Kok bisa???
Kalo mo jadi Politikus, at least, kalian mesti buka2 lagi sejarah indonesia misalnya, agar mengerti bagaimana negara republik itu terbentuk dan berjalan “pincang” sekarang.
Atau Pak dokter, yg akan merasa wajib nge-cek sejarah bagaimana pasiennya bisa mengidap penyakit leukimia, apakah ada gen mutasi dari ortu, dsb.
Dan ilmuwan fisika juga mesti belajar ttg sejarah teori lama seperti teori relativitas Einstein, cincin newtron, atau gravitasi kuantum untuk bisa membantu mereka mengurai fenomena2 alam yg terjadi.
Sedang Para akuntan, berinisiatif membolak-balik pembukuan tahunan lama untuk menemukan petunjuk apa sebab income perusahaan mereka agak menurun tahun ini.
Nah... liat kan?! Semua membutuhkan sejarah, catatan masa lalu.
Anyway, Sejarah memang akan selalu menjadi bagian yg kita cari.
Bukti lainnya, dari hal yg terkecil saja, kita normalnya akan selalu ingin tau ttg sejarah diri kita sendiri. Siapa ortu kita, kakek-nenek, buyut, moyang, hingga terus naik keatas. Dimana kita lahir, siapa saja yg hadir ketika sang bayi merah telah lahir kedunia, adakah peristiwa tertentu yg terjadi ketika kita lahir, dsb.
Dan dengan sejarah pula, akan membantu kita membentuk masa depan.
“Berkacalah pada sejarah”, kalimat ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita semua,kan?!
Yup! At least,kita bisa ambil hikmah dari berbagai peristiwa yg sudah terjadi.
Yg baik, coba untuk dipertahankan agar kehidupan bisa terpelihara, sedang yg jelek dijadikan “lampu merah” agar kita tidak mengulang kebodohan itu lagi.
Nah Sobat, emang cara yg terbaik untuk belajar adalah memahami, bukan menghafal.
Nyoba untuk suka pada sejarah adalah sebuah jalan pembuka yg ngga buruk.
Karna ketika kita suka pada sesuatu, maka otomatis ada magnet yg menarik kita untuk terus mendekatinya. (douww, sok berteori nih!)
Contoh, yg suka nonton movie, coba deh cari film Epik; lion of the dessert, the last samurai, ataw beautiful of life.
Buat yg doyan baca novel ngga rugi lho buka buku “Area X,hymne angkasa raya”_ Eliza V. handayani atau “the davinci code” buat stimulus.
Dan untuk para guru sejarah, anda pun harus berinovasi agar paradigma “sejarah itu membosankan” bisa digantikan dg slogan “Happy History”. Hehe...
Pesan terakhir (bukan wasiat lho ya!)
Inget ... kelak kita pun akan menjadi bagian dari sejarah juga.
So... jangan pernah lari dari Sejarah ya!


0 comments:
Post a Comment