Saturday, November 29, 2008

Orang desa

Aku tercenung dengan sebuah pertanyaan yg tiba-tiba melintas dibenakku setelah membaca beberapa berita.
”mengapa orang desa kebanyakan adalah orang yg hidupnya susah dan pas-pasan??”.
Padahal... beras yg kita makan, juga sayur dan buah-buahan yg selalu kita konsumsi tiap hari berasal dari sana. Begitu juga dengan daging sapi,kambing yg banyak menjadi menu makan kita. Dan bukankah tak pernah ada cerita_setidaknya hingga saat ini yg kudengar_ bahwa padi ditanam dikota??
Lalu kenapa hidup para petani itu seringnya tidak selalu menjadi lebih baik,malah terbalik??
Untuk negara seperti indonesia yg juga dikenal sbg negara agraris, isu ini memang sangat memprihatinkan.
Yaah... mungkin memang karena pendidikan yg agak kurang memadai, begitu pikirku.
Tapi yg pasti, ini pastilah karena hasil eksploitasi manusia-manusia rakus.
Tapi aku segara tersentak, menyadari sesuatu yg lain dari ”Desa”.
Tentang alamnya yg masih asri dan damai! Tanyalah pada orang-orang kota, apa mereka bisa melihat bintang pada langit malam??
Dan orang-ornag desa, tetap menyuguhkan sesuatu yg berbeda, yg sekarang mungkin sudah langka dikota. Kebersamaan, semangat gotong-royong dan berbagi. Bukankah ini yg indah?!
Lihat, meski serba kekurangan, mereka tak pelit untuk berbagi. Mereka akan saling menyapa ketika bertemu dijalan, mengirim panen buah dari kebun-kebun mereka kepada para tetangga, dan ketika sebuah keluarga akan mengadakan kenduri atau acara, kaum wanita tak segan-segan datang ”Rewang” (membantu memasak), begitu juga para lelakinya.
Semua, menganggap adalah saudara.
Berbeda sekali dengan kehidupan kota yg individualis dan materialistis.
Didesa, kita bisa belajar tentang kesederhanaan yg juga merupakan simbol islam.
lalu... kenapa banyak orang merasa minder ketika mereka memegang status warga desa???
ah... lagi-lagi, paradigma yg bermain!

coba lihat sejenak! darimanakah Presiden-presiden negara kita ini berasal (indonesia)??? Soekarno, Soeharto, Habibi??? juga lahirnya para manusia-manusia cemerlang seperti Habiburraman El shirazi atau Andrea Hirata.  
Dan sekali lagi, itu baru di Indonesia, belum the greatest man dari belahan dunia lain, yg ternyata mayoritas berasal dari kalangan desa.
Kacang lupa kulitnya, itukah yg sedang terjadi???

0 comments:

Post a Comment

 
;