Apa yang kau lakukan ketika pagi ini, disaat kau bangun dengan senyum terkembang dan cuaca yg cerah, Namun dimenit berikutnya smua keceriaan yg mengalir dari mata airmu, tiba-tiba porak poranda oleh gempa?!
Mana yang akan kau pilih, jalan atau berlari menjauhi episentrum, dengan konsekuensi jika berjalan kau akan sakit tapi berlari justru membuatmu terluka??
Jawaban ada ditanganmu kawan. Tak seorang pun bisa mempengaruhi keputusanmu karena engkaulah yg kelak akan menjalaninya, sebuah suara menggema ditelinga. Entah itu untuk menguatkan atau malah melumatkan.
Ah, seharusnya kau sadari dari dulu, bahwa kita ini memang sendirian. Dan menjadi diri sendiri dengan semangat idealis memang tidak mudah. Ditambah dengan rasa sakit dari benturan prinsip dan sikap dari sang pemberi restu. Bagai makan buah simalakama…
Maka, satu hal yang bisa kau lakukan adalah, bertanya pada-Nya, dimanakah tempat yang aman untuk dirimu???
Semoga, gempa itu 'kan cepat mereda…


0 comments:
Post a Comment