Tuesday, September 28, 2010

Bukan salam perpisahan


Setiap perjumpaan, pasti ada perpisahan.
Kalau itu yang kita percaya, lalu kenapa mesti bersedih?!
Tapi, bukan berarti kita juga pantas menunjukkan wajah gembira tanpa rasa berdosa gitu misalnya ketika ditinggal pergi. Plis deh, ga pe-ka-es amat yak.
Mati satu tumbuh seribu.
Nah sodari, kalo ada 40 anak ayam. Trus mati satu. Sisa berapa hayo??? Kalo jawabannya 39…. Heyaaaa…salah sodara-sodari. Yang benar adalah 1039.
Bingung??? Kan tadi rumusnya mati satu tumbuh seribu. Hehe… (eh…kok jadi maen tebak-tebakan ya?!).

Sodari, Dua putri negri telah kembali kepangkuan ibu pertiwi. Sungguh tak pantas kita bersedih hati karena kepergiannya adalah untuk menunaikan janji, bakti pada negri dan Ilahi. (deuh..puitis amat)  

After all, dari ratih pribadi untuk teh nita dan kak anda, mohon dimaafkan segala khilaf yang pernah ada, mohon diikhlaskan apa yang pernah dipinta, dan mohon didoakan agar diriku cepet di wisuda (jeeeh).

Juga Trimakasih untuk teteh yang sudah mengingatkan bahwa, Sabar itu adalah pada pukulan pertama dan yang selalu sabar ketika ratih suka ngerepotin (peace ya teh).
   
Akhirul kalam, Selamat berjuang kakak-kakakku…ila liqo…


Ada yang hilang.

Mereka sudah pergi.
Awalnya sedih, tapi aku sadar kalau ini bukanlah salam perpisahan
Keep in touch ya teh…juga kak anda…
Coz anywhere we are, from now on, we are a big family…
(bukan begitu sodari??)

'Indahnya Dalam Kebersamaan'

0 comments:

Post a Comment

 
;