Tuesday, February 28, 2012

Sunday for Lissa Senpai


Satu lagi Srikandi akan kembali ke tanah air. Purna sudah tugasnya di negri jiran ini. 
Sudah sekian lama diri ini memendam harapan untuk bisa nge-date bareng Lissa Senpai sebelum doi cabut ke jakarta untuk selamanya (mungkin…mana tahu dia akan balik lagi ke KL). Hmm, mesti ada upacara kebangsaan nih. Maka aku menuturkan keinginanku pada soulmate-ku yg cantik (daelaah) dan dia setuju. Simple  aja sih sbenarnya. Cuma dinner bareng bertiga di kantin asrama, trus acara tuker pidato, dan diakhiri dengan pemberian cinderamata. Kholas…                       
Maka aku dan si adinda bersepakat. Selesai ngikutin Seminar Parenting di KLCC yg di isi oleh duet ibu Elly Risman & bunda Neno Warisman (subhanallah. Acaranya teh keren pisan. Meneguhkan diri lahir batin :p), kami nekad pergi ke Pavilion nyari cinderamata buat acara seserahan nanti malam. Kenapa di pavi, bukan di KLCC skalian?? Yahh…plis ngerti deh. Kami kan student. Jadi nyari sumthing juga levelnya kudu ngikutin current status. Heheh.

Lagian, denger-denger kabar merpati pos, ada Tokyo Street di pavi yg ngejual aneka barang bernuansa jepang. Duhh, cuocok lah yaw. Soale senpai kan separuh japanese. Nekad bo’! karena kami pun ngga tau tempatnya. Berbekal modal dengkul dan prinsip “berani bertanya sesat di jalan”, akhirnya…setelah salah turun naik tangga, wajah terpanggang teriknya panas mentari, ngegangguin orang yg lagi berduaan buat nanya jalan (kalo yg ini mah pahala kan ya. Hihi..), mendaki 3 tingkat gedung, dan hampir ke jedug tiang, sampai juga kami di tempat yg di tuju.
Masyaallah! Takjub! Tokyo street, berasa di jepang buangeetzzz! (norak ih!). Suasananya, orangnya, barang-barangnya, makanannya, haduuu. Hanya sayangnya, satu yg gak cocok di telinga dan di hati (hah??). Bahasa percakapannya…kok mandarin ya?! ini kuping yg salah setel atau mereka yang salah pake bahasa. heheh.
And there you are! Daisho shop! Haduh ya. Kami berdua bener-bener terpesona. Asyik dengan dialog sendiri, lupa dengan tujuan mulia.
“iihhh…ini lucu. Aku jadi pingin”.
Yang satu lagi komen, “aiihh, ini aku banget. Mau deh”.
Pindah ke rak yg lain, “eh, aku belum punya ini. Beli ah”.
Yang di sebrang rak, “bisa mborong skalian nih”. Ambil ini, balikin lagi. Comot itu, tapi gak lama ganti item. Begitulah. Hingga sampai di rak terakhir baru tersadar, “trus hadiahnya yang mana?” Duenggg!!! Maka…perburuan hadiah ini tak tanggung-tanggung menghabiskan waktu kami. Hampir 2 jam di toko! Muter-muter di situ aja. Beginilah kalau belanja tanpa tahu mau beli barang apa dan seperti apa, karena guideline-nya terlalu umum; ‘cari dan dapatkan gift yg murah meriah, cocok di hati, mata, dan kantong’. Namun, Alhamdulillah, stelah menyortir semua pilihan dan kemungkinan, terbungkuslah sang hadiah.
Rencananya, nyampe’ kampus kami mau langsung ke kamar senpai sesuai kesepakatan. Namun kami terjebak hujan di busstop depan asrama. Mau nekad kok ya ngga tega dengan badan ini. Hujan lagi deres-deresnya. Tapi kalo di batalin, besok-besok mungkin sudah susah untuk bertemu face to face. Alhamdulillah, stelah sabar menunggu setengah jam, kami bisa bertemu juga. Senpaiii!
Namun ternyata, rencana kami gagal! Gagal untuk nge-date bareng bertiga, karena kami telat datang dari waktu yang disepakati. karena senpai sudah terikat janji lain, makan bareng dengan teman-teman yg lain. Oh!
Ya sudahlah, gak ada gunanya bersedih hati. Karena hujan sudah turun. Kami sudah siap hengkang kaki dan hendak menyerahkan hadiah tanpa ritual, ketika Lijah membeberkan sebuah rencana konspirasi (lebayyy). Dan kami terpancing, terseret ke dalam arus.
Lissa senpai terguncang, beberapa teman yang terikat janji awal mendadak mengundurkan diri, menolak undangan makan bersama di warung bu Lis. Yang diajak di tempat pun menolak ikut. Kami pamit, memohon maaf sembari mengucapkan doa kebaikan untuknya sebagai ritual perpisahan. Kami tahu, sedih hatinya. Dan hampir menitik air matanya, karena sungguh dia ingin skali berkumpul dengan kami semua. Tapi apa boleh buat. Maka, satu per satu kami pergi dan menghilang. Dia pun hengkang. Hanya tersisa 5 orang yg masih setia menunaikan janji makan bersama, bersiap untuk pergi.
Padahal…. Jeng...jeng!!! Semua pada ngumpul lagi di suatu tempat, mengatur dan memantapkan strategi. 2 mobil size medium tersedia, siap (meski terpaksa) memuat 6-7 orang sekali angkut (padahal cukupnya cuma 5 org aja). Sebagian, sambil mengendap-ngendap, memasukkan balon warna-warni yang sudah di tiup. Kloter pertama berangkat, dengan membawa misi menghias TKP (Tempat Kami Pesta). Kloter ke dua pecah. Separuh naik mobil, sisanya naik taxi. Makar terencana! hahah…
40 menit kemudian, sudah lebih separuh anggota konspirasi berkumpul di Warung Bu Lis. Haduwwwhh… Meriah euuyy. Kebayang gimana nge-jreng-nya warung si ibu yang bernuansa ala rumah pedesaan itu dengan warna-warni balon yg sudah menggantung di berbagai sudut. Jyahahah!! Ide sapa nih. (Warung memang sudah sengaja di booking buat surprise ini). 
Hadirin sudah mengisi penuh satu meja panjang dan duduk rapi, menanti yang ditunggu datang, sang artis pujaan.
Daaaan… itu Diaaa!! Lissa senpai datang dengan rombongannya. Dia Kaget, terdiam! krik..krikk…
Suasana kemudian pecah oleh riuh tepukan tangan dan ucapan selamat datang untuknya. Hingar bingar penuh tawa dan sapaan.
“Horeee!!! Lissa datang!!!” Plok…plokk…plokkk
Dan meledaklah emosi. Kak Lissa yang mendadak heboh, kesel, haru bercampur bahagia disambut jutaan ocehan penggemarnya (jyaaaah). Dan kami tertawa, gak mau kalah hebohnya. Riuhhhh!!! Belum reda histerisnya, kloter terakhir datang. Lengkap sudah jumlah para peserta Jamuan ini. Gak tanggung-tanggung, hampir 20 orang memenuhi warung makan, mulai dari yang senior sampai junior. All are Female dong pasti-nya. 
(Pada bingung ya kenapa warung?? Yaahhh, kan dah di bilang kami student. Jadi apa-apa mesti pake ukuran student lah. Warung Bu Lis ini adalah warung makan Indonesia langganan anak-anak UIA).      
Acara di buka dengan sambutan oleh Tetua, Hala Azizah. Setelahnya, Lissa senpai ditodong memberikan sepatah dua patah kata buat para peserta jamuan makan. Lagi-lagi…heboh! Kak dwita, kak cahaya…haduuhhh…kerjaannya. Kak jannah, yang meski sedang tidak sehat, memaksakan tetap datang.
Selanjutnya, setelah selesai makan, Satu persatu memberikan pesan buat sang putri mahkota (di rekam). Lalu di tutup dengan sesi foto bareng (teteeep).  
Subhanallah. Allah mah emang Maha Keren. Gak jadi nge-date bertiga, di ganti dengan acara bersama. Lebih rame, lebih berkesan, lebih asyiiiik.  


Untukmu senpai…
Malam itu, kami berkumpul disana karena satu hal... kami menyayangimu. Selamat kembali ke tanah air. Selamat berjuang.
Khusus untuk diriku dan dirimu, 
sampai berjumpa di Jepang, insyaallah 

#nyayi yuks!
As we go on, we remember... all the time we had together...
and as our lives change, from whatever..
we will still be..fren forever...

0 comments:

Post a Comment

 
;