“Kita semua sama-sama di kasih jatah waktu 24 jam sehari.
Sama-sama dikasih panca indera lengkap. Alhamdulillah. Jadi ngga ada alasan
untuk ngga bisa, sementara orang lain bisa. Kalau dia bisa jadi penulis buku
terkenal, ya kita juga bisa”.
Jujur, saya masih sering ngga setuju dengan cara berfikir
yang begini. Ok lah, sebenarnya ini adalah bentuk sebuah dorongan. Motivasi
untuk menjadi diri yang lebih baik. Dengan banyak melakukan hal-hal positif dan
menjadi sosok nyata dari slogan ‘khairunnaas ‘anfauhum linnaas’.
Tapi bagi saya, yang terasa justru sebaliknya. Ada pesan
tersirat dari kalimat itu. Terkesan seolah seperti membandingkan diri kita
dengan orang lain; ‘kamu kok ngga bisa kayak dia sih? Sukses, aktif, hebat,
bisa begini begitu, dan bla bla bla…
Ketika saya bilang ini, orang bisa balik nyambit;
‘tuhh…excuse lagi kan kamu. Diajak jadi orang yang lebih baik, ada aja
alasannya”.
Macettt dah! Seriously! Ini kok malah jadi kayak saling
membela diri dan menyerang ya??
Atau yang lain. Dengan begitu mudahnya menelurkan paper,
jurnal ilmiah, ikut conference, present paper. Luar biasa deh pokoknya.
Seorang lagi, begitu luwes jemari tangan dan imajinya,
hingga bisa menari diatas kertas. Dan tadaa… semenit berikutnya muncullah
gambar-gambar indah disana.
Orang-orang hebat itu, membuat saya jadi iri, kenapa mereka
bisa sehebat itu. Dan bingung, kenapa saya kok nda bisa seperti mereka ya.
Iya bener, saya dikasih waktu yang sama, 24 jam/hari. Alhamdulillah,
panca indera lengkap. But why can’t just
i?
Dan ternyata saya sadar, bahwa memang kita semua ini tidak
sama. Saya dan mereka memang berbeda (ada perbedaan). Bukankah setiap kita ini
unik. Iya, kita sama, dalam beberapa hal. Tapi kita juga berbeda diberbagai
hal. Kita punya ketertarikan yang berbeda. Kita berasal dari keluarga yang
tidak sama. Latar belakang pendidikan, budaya, nilai-nilai yang dianut, dan
cara kita memandang dunia, tentu tidak semuanya serupa. Ada yang memang dikarunia kemudahan untuk menggambar apapun, ada yang tidak, seperti saya. it's just awful to see my drawing. Ada yang lebih cakap ketika berbicara ketimbang menulis. Ada yang Supel, mudah bergaul dengan sapa saja (ekstrovert), ada yang memang nyamannya ya jalan sendiri saja.
And that makes me, makes us just different from others. Ngga bisa disamakan, terlebih lagi dibanding-bandingkan dengan yang lain. Masing-masing kita ada pos-pos yang sudah ditetapkan. Ada yang menjadi penyanyi. Ada yang menjadi ilmuwan, ada yang penjahit baju, ada yang menjadi guru, ada yang menjadi atlet, ada yang menjadi direktur bank, dan ada yang menjadi pengatur negara.
And that makes me, makes us just different from others. Ngga bisa disamakan, terlebih lagi dibanding-bandingkan dengan yang lain. Masing-masing kita ada pos-pos yang sudah ditetapkan. Ada yang menjadi penyanyi. Ada yang menjadi ilmuwan, ada yang penjahit baju, ada yang menjadi guru, ada yang menjadi atlet, ada yang menjadi direktur bank, dan ada yang menjadi pengatur negara.
Ada benernya kata bang bruno mars; because you’re amazing. Just the
way you are.


0 comments:
Post a Comment