Apa dampak buruk dari kenaikan BBM? Yang pasti... kenaikan itu akan diikuti dengan kenaikan harga-harga barang,dll. Membuat masyarakat,trutama yang berada di garis tengah dan ke bawah makin harus mencermati pengeluaran mereka,atau lebih tepatnya menyeleksi kebutuhan mreka,agar dapat bertahan hidup.
Kemudian apa?
Kenaikan living cost,jika tidak dibarengin dengan kenaikan pendapatan per kapita penduduk,maka ini bisa merambat ke masalah sosial. Angka kemiskinan mungkin akan merangkak naik, Hingga bisa membuat mreka gelap mata. Jika begini,tidak dipungkiri angka kriminalitas juga akan meningkat.
Kemudian apa?
Kenaikan living cost,jika tidak dibarengin dengan kenaikan pendapatan per kapita penduduk,maka ini bisa merambat ke masalah sosial. Angka kemiskinan mungkin akan merangkak naik, Hingga bisa membuat mreka gelap mata. Jika begini,tidak dipungkiri angka kriminalitas juga akan meningkat.
Kemudian, Ketika tenaga orangtua tidak cukup memadai untuk memenuhi keperluan keluarga & rumah tangga,maka anak-anak mungkin mau tidak mau akan menjadi mesin pencari uang juga dalam keluarga. Hingga bisa Memaksa mreka meninggalkan bangku pendidikan. Selain itu,kondisi bisa semakin buruk ditambah dengan kenyataan bahwa biaya pendidikan pun makin melambung akibat kenaikan BBM tadi.
Tingkat pendidikan masyarakat yang rendah, akan berdampak pada status sosial ekonomi mreka. Hanya mampu mendapatkan Pekerjaan dengan penghasilan yang tidak seberapa. Membuat pendidikan menjadi smakin tak terjangkau.
Ini jadi sperti Lingkaran setan.
Dari mana atau bagaimana harus memutusnya?
Dilain sisi,kenaikan BBM artinya bisa dikarenakan adanya pengurangan dana subsidi dari pemerintah. Dana ini,bisa dialokasikan ke hal lain sperti pendidikan.
Atau...dengan dana tadi,bisa dipergunakan untuk penambahan lapangan pekerjaan. Sebagai bantuan suntikan modal untuk berwiraswasta mandiri misalnya.
Peningkatan usaha dalam swasembada pangan,sebagai support pemerintah untuk menekan angka impor. Kemudian juga membagi alokasi dana tersebut ke lembaga riset. Hingga para ilmuwan indonesia bisa berkarya lebih maksimal demi kemajuan bangsanya. Penelitian pangan misalnya. Atau penelitian tentang bahan bakar alternatif. Yang tentu jika ini berhasil,akan menguntungkan rakyat sendiri. Sehingga kenaikan harga BBM tidak lagi menjadi isu zaman (akankah ini terjadi suatu hari nanti?)
Bukan mudah memang. Ini hanya bisa dimulai ketika rakyat dan pemimpin memiliki pemahaman yang sama dan sejalan.
Ketika misal BBM dinaikkan,maka pemerintah harus memberikan alternatif lain kepada masyarakat untuk mengurangi rasa 'sakit' itu.
Kampanye Back to bicycle mungkin bisa di mulai. Selain hemat ongkos,dan sehat,ini juga bisa mengurangi tingkat polusi udara. Bahkan, Secara tidak langsung,masyarakat diajak untuk melakukan aksi Go green,menjaga alam.
Saya suka di Belanda & Jepang. Di negara maju ini,masyarakatnya masih banyak yang suka bersepeda.
Kampanye Back to bicycle mungkin bisa di mulai. Selain hemat ongkos,dan sehat,ini juga bisa mengurangi tingkat polusi udara. Bahkan, Secara tidak langsung,masyarakat diajak untuk melakukan aksi Go green,menjaga alam.
Saya suka di Belanda & Jepang. Di negara maju ini,masyarakatnya masih banyak yang suka bersepeda.
Pembatasan peredaran kendaraan mungkin juga bisa diberlakukan. Dengan catatan,pemerintah juga harus meningkatkan pelayanan transportasi umum.
Satu lagi,mungkin ini klise. Dan saya tahu,kita hidup bukan di negri utophia. Tapi saya suka dengan ide ini. Bahwa diberlakukannya peraturan,setiap satu keluarga kaya,wajib 'mengayomi' minimal satu kluarga kurang mampu. Misal dengan program 'feed the poor for 1 year'.
Tentu...semua ini akan diatur.
Tentu...semua ini akan diatur.
Yah...ini hanyalah uneg-uneg saya ditengah kebingungan. Mencoba mengurai benang kusut didalam kepala.
Mohon maaf kalau terlalu muluk-muluk,kata eyang.
Mohon maaf kalau terlalu muluk-muluk,kata eyang.


0 comments:
Post a Comment