sebelumnya, mohon maaf atas kekurang-ajaran sikap yang
mungkin tampak. Ini hanya sekedar percikan ‘curiosity’.
Membaca penggalan kisah tentang Abrahah dan pasukan gajahnya
yang ingin menghancurkan ka’bah, ada dialog menarik yang terjadi antara sang
panglima musuh ini dengan Abdul Muthalib, kakek baginda Rasullah, Pemimpin
Makkah ketika itu.
Dikisahkan bahwa Abrahah berhasil merampas 200 ekor unta milik Abdul Muthalib. Di kemudian hari, Panglima ini memanggil sang Pemimpin Makkah dengan maksud untuk berunding. Setelah Abrahah menyampaikan tujuannya, yaitu ingin menghancurkan ka’bah, dan memberikan tawaran bahwa seluruh penduduk Mekkah akan di jamin keselamatannya asalkan mereka tidak menghalangi. Apa jawab Abdul Muthalib?
Dikisahkan bahwa Abrahah berhasil merampas 200 ekor unta milik Abdul Muthalib. Di kemudian hari, Panglima ini memanggil sang Pemimpin Makkah dengan maksud untuk berunding. Setelah Abrahah menyampaikan tujuannya, yaitu ingin menghancurkan ka’bah, dan memberikan tawaran bahwa seluruh penduduk Mekkah akan di jamin keselamatannya asalkan mereka tidak menghalangi. Apa jawab Abdul Muthalib?
“Silahkan saja. tapi sebelumnya, tolong kembalikan 200 ekor
unta saya yang telah kau rampas”… kemudian Ia melanjutkan, “Ka’bah punya
pemilik. dan aku hanyalah pemilik 200 ekor”.
Dan sekarang.
kita tahu, bahwa saat ini, masjidil Aqsha di Palestina
sedang berada dalam cengkeraman Yahudi. Sekiranya…kita melakukan hal yang
serupa seperti apa yang telah di lakukan Abdul Muthalib, bagaimanakah
kira-kira? mengapa boleh/tidak boleh?
Seorang sahabat, kemudian membantu menjawab.
Abdul Muthallib, adalah pemimpin mekkah pada waktu itu. walaupun beliau kakek Rasulullah, tapi beliau bukan nabi & bukan juga rasul. perbuatan beliau tidak berdasarkan syariat, dan tidak menjadi dalil sama sekali. Jadi, perbuatan beliau membiarkan ka'bah dirusak oleh abrahah tidak perlu kita ikuti dalam kasus mesjid al-Aqsa. dan hal ini bukanlah sebab turunnya pertolongan dari Allah.
Sebenarnya, ia melanjutkan, dalam al-Qur'an telah dijelaskan dgn tegas oleh Allah swt dlm sebuah ayat yg sering kita dengar "kuntum khaira ummah", "kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yg dilahirkan untuk manusia, (krna kamu) menyuruh berbuat yg makruf (baik), dan mencegah dari yg mungkar, dan beriman kepada Allah..."Dalam ayat ini jelas diterangkan bahwa wajib bagi kita untuk mencegah yg mungkar. Sperti Perusakan masjid Al_aqsa. ini jelas suatu prbuatan yg amat mungkar, oleh karna itu wajib bagi kaum muslimin untuk membebaskan al-Aqsa.
Dalam sebuah hadis yg terkenal juga, Rasulullah saw bersabda,"barangsiapa yg melihat kemungkaran, maka cegahlah itu dgn tangannya, apabila ia tdk mampu, maka dgn lisannya, apabila ia tdk mampu maka dgn hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman."
Kemudian, sahabat ini menambahkan,
"Kalau seandainya Rasulullah saw masih hidup, kira-kira apa yg akan beliau lakukan?? saya rasa beliau tidak akan melakukan hal yg sama sprti kakek beliau lakukan".
"Tingkat khalifah Abdul Hamid II saja mengatakan bahwa beliau tidak akan mnyerahkan al-quds kpda yahudi walau hanya segenggam tanah sampai beliau mati sekalipun, karena itu tanah kaum muslimin (padahal beliau waktu itu disogok oleh yahudi dgn berkilo-kilo emas, tetapi beliau menolak). Apalagi Rasulullah saw yg lebih paham akan hal itu.."
"ketika seorang muslimah dilecehkan di sebuah prkampungan yahudi, dan seorang muslim terbunuh karna membela muslimah tadi, maka Rasulullah langsung mengirim pasukan ke perkampungan itu..
dalam kasus masjidil Aqsa, sudah berapa jiwa muslimin melayang??? apalagi, ini salah satu tanah suci umat Islam serta destinasi Rasulullah dlm Isra' sblm mi'raj. lebih pnting lagi, ini adalah tanah muslimin yg di caplok british kemudian diserahkan ke israel. sedih.."
"jadi, kita tidak perlu bersikap sprti abdul Muthallib. Pertolongan Allah turun, bukan karna Abdul Muthallib membiarkan ka'bah, tapi krna itu Baitullah yang pada saat itu tidak ada seorang mukallaf pun yg berkewajiban utk melindungi ka'bah. Berbeda dengan sekarang. Muslimun brtebaran dimana-mana. maka tentu sudah menjadi kewajiban muslimin utk membebaskan al-Aqsa dri cengkraman yahudi. tdk hanya al-Aqsa, tapi juga tanah al-Quds itu. kan pnya muslimin itu.."
Jawaban ini...lebih dari cukup untuk sekedar memuaskan rasa ingin tahu. jawaban ini...seakan menggedor kesadaran kita, bahwa sudah seberapa jauhkah usaha kita dalam pembebasan Al Aqsha dari tangan yahudi?! seberapa pedulikah kita terhadap Palestina?



0 comments:
Post a Comment