Beberapa hari yang lalu, diriku
sempat bingung. Pada sabtu ini (16/03/13), organisasi kampus Mahasiswa
education akan mengadakan training leadership selama 4 hari. Pembicaranya
adalah dosen-dosen, profesor, dari berbagai departemen kuliah Universitas kami.
Khusus di 2 hari terakhir, yakni sabtu-ahad, training ini akan dilanjutkan di
luar kampus, di perak tepatnya, Torlak, Felda. Entah..masih begitu asing namanya
di telingaku. Namun sangat menggiurkan sekali. Karena ada outbond di sana.
My favorite outdoor activity! Wuahhh,, udah lah gratis, jalan-jalan pula! Mana sanggup nolak!!! *jejingkrakan
My favorite outdoor activity! Wuahhh,, udah lah gratis, jalan-jalan pula! Mana sanggup nolak!!! *jejingkrakan
Namun sayanganya, pada weekend itu
pula, ada acara lain yang akhirnya membuatku bimbang untuk ikutan rihlah gratis
itu.
Fotar akan mengadakan Mukhoyyam Qur’an.
Sepintas, memang acaranya tampak tidak seru. Hanya mendekam saja seharian penuh di masjid, dalam rangka ‘mendekat’ pada Qur’an. Apa serunya??!! Begitu separuh batinku berkata. Maka ia kuabaikan. Dan kuputuskan untuk tetap mengambil tiket gratis training itu. Golden opportunity! *grinning
Sepintas, memang acaranya tampak tidak seru. Hanya mendekam saja seharian penuh di masjid, dalam rangka ‘mendekat’ pada Qur’an. Apa serunya??!! Begitu separuh batinku berkata. Maka ia kuabaikan. Dan kuputuskan untuk tetap mengambil tiket gratis training itu. Golden opportunity! *grinning
Tapi ternyata…lain hari, lain pula kondisi hati. Makin hari, justru malah diri ini semakin kehilangan semangat untuk ikutan training. Padahal…provokasi teman-teman lebih dari sekedar membakar. Bisa hangus kalau tidak tahan diri.Tapi ya itu, diri ini malah semakin bimbang. Yang bersemayam di hati, justru si mukhoyyam Qur’an. Dan begitulah…akhirnya, dengan agak berat, training itupun di lepas dari genggaman. (banyak pertimbangan lain juga sih).
Cemburu, itulah rasa pertama yang
muncul ketika membaca status teman-teman yang ikutan training di fb. Apalagi ketika
tiba di perak. Menginap di hotel, dll. Dan diri ini hanya tersenyum kecut.
‘Ya sudahlah, belum rezeki’. Begitu batin menguatkan, seraya mempersiapkan diri untuk mengikuti acara mukhoyyam besoknya.
‘Ya sudahlah, belum rezeki’. Begitu batin menguatkan, seraya mempersiapkan diri untuk mengikuti acara mukhoyyam besoknya.
Dan Subhanallah…di hari ini, hari
mukhoyyam, sungguh… adalah hari yang penuh berkah.
Hari ini, Forum Tarbiyah IIUM
mengadakan Mukhhoyyam Qur’an di masijid kampus. Yups..sehari bersama qur’an. Sebuah
usaha untuk mendekatkan diri lebih intens dengan qur’an. Memperbaiki hubungan
kita dengan Allah, begitu kata Ustadz.
Di mukhoyyam ini, peserta akan stay
di masjid dari pukul 9am-7pm. Diawali dengan taujih tentang bagaiamana
berinteraksi dengan Qur’an, kemudian di sambung dengan Tasmi’. Tiap peserta
akan menyetorkan hafalan juz ‘amma kepada para musyrifah. Sementara itu, selama
sehari penuh peserta juga berlomba-lomba untuk menyelesaikan target tilawah
yaitu 7 juz.
Allahuakbar! Betapa riuh rendah suasana masjid ketika itu. Subhanallah…sejuk sekali rasanya
memandang, para pemuda/pemudi ini duduk menyebar memenuhi ruangan, pada khusyuk
dengan tilawahnya, atau asyik melantunkan hafalan qur’annya. Damai sekali
terasa.
Dalam kegiatan ini, peserta ternyata
tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, namun juga anak remaja (SMP/SMU), Bapak-bapak,
bahkan ibu rumah tangga. Totalnya, ada sekitar 75 orang (Ikhwan+akhwat) yang
ikut.
Bersama mereka, diri ini mencoba
mengikuti irama. Ikutan muroja’ah, membongkar hafalan-hafalan di kepala,
menyesapkan ke dalam jiwa. Subahanallah… ketenangan itu…tidak bisa digambarkan
oleh apapun.
Yang cantik, yang pintar, si juara, si ceria, mbak yang anggun, si kakak yang kalem, si adik yang manis, yang kaya, yang sederhana, bahkan mungkin ada yang tidak berpunya, semua berkumpul disini, di Rumah Allah ini, dengan satu tujuan, mendekatkan diri pada Sang Khalik lewat kalam-Nya. Semua saling berlomba-lomba setor hafalan ke kakak pembimbing. Berebutan giliran, bahkan lari berkejaran demi memperoleh kesempatan ‘nyetor duluan’.
Di depan sana… duduk si adik yang sudah hafal sekian juz. Di pojok sana, si nanda sedang tilawah dengan suara merdunya. Kemudian si ini..si itu…hafalan qur’an mereka ternyata sudah melampaui garisku saat ini. Ya Allah..kemana saja diri selama ini?!, Kelu…
Bersama itu, fikiran kembali
melayang. Seperti inikah para Sahabat (Radhiyallahu’anhum) dulu?? Ah, ya…tentu saja
kondisi ketika itu lebih dari yang terjadi hari ini. Subhanallah…sungguh mesra
sekali hubungan mereka dengan Al Qur’an.
Beginilah rupanya Jalan Cinta Para Pejuang
Beginilah rupanya Jalan Cinta Para Pejuang
Bukan hanya itu, taujih-taujih yang disampaikan pada kesempatan kali ini pun..seakan membantu diri menapaki kembali jalan yang selayaknya dilalui seorang muslim. Di mukhoyyam ini, diri kembali diingatkan, disapa dengan lembut & penuh hikmah, bagaimanakah interaksi kita dengan Qur’an selama ini?! Batin sungguh tertohok!
“katanya pengen
membangun generasi rabbani? Katanya mau mewujudkan masyarakat islami? Katanya ingin
berkumpul dengan orang-orang shalih? Tapi kok dengan Qur’an aja masih kurang
beradab?” Kalimat-kalimat ini muncul dalam
hatiku, membuat diri merasa semakin kerdil. Duhh, sombongnya diri selama ini.
Astaghfirullah…
Sungguh… hari mukhoyyam ini adalah
hari yang penuh berkah. Smoga Allah memberkahi pula semua yang hadir dan
mengikuti acara ini.
*Jangan pernah berhenti
menjadikan Qur’an sebagai soulmate…




2 comments:
Salam.
Opsi buat follownya gak ada, yah?
Mau follow... :)
boleh mbak. tempatnya di UIA gombak :D
Post a Comment