Saturday, March 16, 2013

Mukhoyyam Qur'an; A Blessed day


Beberapa hari yang lalu, diriku sempat bingung. Pada sabtu ini (16/03/13), organisasi kampus Mahasiswa education akan mengadakan training leadership selama 4 hari. Pembicaranya adalah dosen-dosen, profesor, dari berbagai departemen kuliah Universitas kami. Khusus di 2 hari terakhir, yakni sabtu-ahad, training ini akan dilanjutkan di luar kampus, di perak tepatnya, Torlak, Felda. Entah..masih begitu asing namanya di telingaku. Namun sangat menggiurkan sekali. Karena ada outbond di sana. 
My favorite outdoor activity! Wuahhh,, udah lah gratis, jalan-jalan pula! Mana sanggup nolak!!! *jejingkrakan
Namun sayanganya, pada weekend itu pula, ada acara lain yang akhirnya membuatku bimbang untuk ikutan rihlah gratis itu.

Fotar akan mengadakan Mukhoyyam Qur’an. 
Sepintas, memang acaranya tampak tidak seru. Hanya mendekam saja seharian penuh di masjid, dalam rangka ‘mendekat’ pada Qur’an. Apa serunya??!! Begitu separuh batinku berkata. Maka ia kuabaikan. Dan kuputuskan untuk tetap mengambil tiket gratis training itu. Golden opportunity! *grinning

Tapi ternyata…lain hari, lain pula kondisi hati. Makin hari, justru malah diri ini semakin kehilangan semangat untuk ikutan training. Padahal…provokasi teman-teman lebih dari sekedar membakar. Bisa hangus kalau tidak tahan diri.Tapi ya itu, diri ini malah semakin bimbang. Yang bersemayam di hati, justru si mukhoyyam Qur’an. Dan begitulah…akhirnya, dengan agak berat, training itupun di lepas dari genggaman. (banyak pertimbangan lain juga sih).

Cemburu, itulah rasa pertama yang muncul ketika membaca status teman-teman yang ikutan training di fb. Apalagi ketika tiba di perak. Menginap di hotel, dll. Dan diri ini hanya tersenyum kecut. 
Ya sudahlah, belum rezeki’. Begitu batin menguatkan, seraya mempersiapkan diri untuk mengikuti acara mukhoyyam besoknya.          

Dan Subhanallah…di hari ini, hari mukhoyyam, sungguh… adalah hari yang penuh berkah.
Hari ini, Forum Tarbiyah IIUM mengadakan Mukhhoyyam Qur’an di masijid kampus. Yups..sehari bersama qur’an. Sebuah usaha untuk mendekatkan diri lebih intens dengan qur’an. Memperbaiki hubungan kita dengan Allah, begitu kata Ustadz.

Di mukhoyyam ini, peserta akan stay di masjid dari pukul 9am-7pm. Diawali dengan taujih tentang bagaiamana berinteraksi dengan Qur’an, kemudian di sambung dengan Tasmi’. Tiap peserta akan menyetorkan hafalan juz ‘amma kepada para musyrifah. Sementara itu, selama sehari penuh peserta juga berlomba-lomba untuk menyelesaikan target tilawah yaitu 7 juz.

Allahuakbar! Betapa riuh rendah suasana masjid ketika itu. Subhanallah…sejuk sekali rasanya memandang, para pemuda/pemudi ini duduk menyebar memenuhi ruangan, pada khusyuk dengan tilawahnya, atau asyik melantunkan hafalan qur’annya. Damai sekali terasa.
Dalam kegiatan ini, peserta ternyata tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, namun juga anak remaja (SMP/SMU), Bapak-bapak, bahkan ibu rumah tangga. Totalnya, ada sekitar 75 orang (Ikhwan+akhwat) yang ikut.

Bersama mereka, diri ini mencoba mengikuti irama. Ikutan muroja’ah, membongkar hafalan-hafalan di kepala, menyesapkan ke dalam jiwa. Subahanallah… ketenangan itu…tidak bisa digambarkan oleh apapun.  

Yang cantik, yang pintar, si juara, si ceria, mbak yang anggun, si kakak yang kalem, si adik yang manis, yang kaya, yang sederhana, bahkan mungkin ada yang tidak berpunya, semua berkumpul disini, di Rumah Allah ini, dengan satu tujuan, mendekatkan diri pada Sang Khalik lewat kalam-Nya. Semua saling berlomba-lomba setor hafalan ke kakak pembimbing. Berebutan giliran, bahkan lari berkejaran demi memperoleh kesempatan ‘nyetor duluan’. 
Di depan sana… duduk si adik yang sudah hafal sekian juz. Di pojok sana, si nanda sedang tilawah dengan suara merdunya. Kemudian si ini..si itu…hafalan qur’an mereka ternyata sudah melampaui garisku saat ini. Ya Allah..kemana saja diri selama ini?!, Kelu…

Bersama itu, fikiran kembali melayang. Seperti inikah para Sahabat (Radhiyallahu’anhum) dulu?? Ah, ya…tentu saja kondisi ketika itu lebih dari yang terjadi hari ini. Subhanallah…sungguh mesra sekali hubungan mereka dengan Al Qur’an. 
Beginilah rupanya Jalan Cinta Para Pejuang    

Bukan hanya itu, taujih-taujih yang disampaikan pada kesempatan kali ini pun..seakan membantu diri menapaki kembali jalan yang selayaknya dilalui seorang muslim. Di mukhoyyam ini, diri kembali diingatkan, disapa dengan lembut & penuh hikmah, bagaimanakah interaksi kita dengan Qur’an selama ini?! Batin sungguh tertohok!
“katanya pengen membangun generasi rabbani? Katanya mau mewujudkan masyarakat islami? Katanya ingin berkumpul dengan orang-orang shalih? Tapi kok dengan Qur’an aja masih kurang beradab?” Kalimat-kalimat ini muncul dalam hatiku, membuat diri merasa semakin kerdil. Duhh, sombongnya diri selama ini. Astaghfirullah…

Sungguh… hari mukhoyyam ini adalah hari yang penuh berkah. Smoga Allah memberkahi pula semua yang hadir dan mengikuti acara ini.
*Jangan pernah berhenti menjadikan Qur’an sebagai soulmate… 

2 comments:

Unknown said...

Salam.
Opsi buat follownya gak ada, yah?
Mau follow... :)

ningratih said...

boleh mbak. tempatnya di UIA gombak :D

Post a Comment

 
;