Satu ketika, kami pergi mengunjungi sebuah keluarga di Segambut dalam rangka silaturrahmi. Alhamdulillah… ciuuyyy…rihlah nih! (*JJS gitu loh).
Naik KTM. Subhanallah… takjub. Gerbong untuk pria dan wanita ternyata dipisah. Dalam hati berkata, begini donk seharusnya. Indonesia kapan ya??? (lagi-lagi membandingkan).
Hmmm…daripada membandingkan lebih baik berdoa kan ya, smoga kita bisa mengawali perubahan yang baik seperti ini atau bisa menerapkannya di negri tercinta, kelak ketika sudah kembali kesana.
Dan kaki ini pun melangkah masuk dengan riang gembiranya. Dududu..duddu….
Tapi ketika masuk kedalam. Glekk… terpana seketika. Mesti banyak-banyak beristighfar deh. Gimana ngga, gadis-gadis cantik bertebaran pada lomba pamer aurat. Bener-bener menguji iman!
Duh, serba salah deh, coz semua tempat duduknya di buat berhadapan. Liat ke depan, samping kanan, kiri, bawah (lah??)… ya Rabby… diriku Cuma bisa ngelus-ngelus dada (ceritanya...)
Akhirnya, aku pasang mp3 dan pejamkan mata. Cari jalan aman aja. Inget hadits Rasulullah, pandangan pertama itu boleh, pandangan seterusnya itu dosa. Meski sesama perempuan, kan tetap ada batasan aurat yang tidak boleh dilihat.
Aku jadi berfikir. Diriku yang sesama jenis saja bisa ‘takjub’ dengan pemandangan seperti itu, apalagi kaum adam ya? masyaAllah…
Benarlah pernyataan yang mengatakan bahwa aurat wanita bisa menimbulkan fitnah.
Kembali aku berfikir, di dunia yang fana ini saja wanitanya sudah seperti ini (cantiknya bikin hati dag dig dug), apalagi di surga sana yang dihuni para bidadari?? Tentu mereka lebih cemerlang (dalam arti sesungguhnya) dan tanpa cacat sedikitpun.
Imam Ath-Thabrany mengisahkan sebuah hadis dari Ummu Salamah. "Wahai, Rasulullah, jelaskanlah kepadaku firman Allah tentang bidadari-bidadari yang bermata jeli?" Beliau menjawab, "Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, serta rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar”.
Debat kusir dalam hati.
Wahh, kalau begitu, kita mah pastinya kalah saing dong?! (*gigit jari mode on)
Tenang, ukhti.
Once upon a time, Rasulullah pernah ditanya, "Manakah yang lebih utama, wanita dunia atau bidadari yang bermata jeli?"
apa jawaban beliau???
Rasulullah berkata, "Wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak dengan apa yang tak tampak."
Wahh..subhanallah. Kok bisa gitu?? (*sok heran, padahal syeneng)
Beliau menjawab, "Karena, shalat, puasa, dan ibadah mereka. Sehingga, Allah meletakkan cahaya di wajah mereka. Tubuh mereka seperti kain sutra, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas.
So… moral of the story adalah kita, para muslimah, juga bisa tetep cantik kok. Hebatnya lagi, saingan kita bidadari, bukan wanita yang konon cantik tapi rajin mengumbar aurat dimana-mana. Hfff… Kasian ya mereka.



0 comments:
Post a Comment