Friday, November 30, 2012

Kok bisa mimpi gitu ya??


Eh, kok bisa ya tadi malam aku tu mimpi ketemu teman akrabku waktu masih SD dulu. Padahal kita tuh sudah ngga pernah ketemu lagi, dari pas habis lulusan SD sampe sekarang. Lagian kok bisa ya aku mimpiin dia, padahal aku ngga pernah tuh mikirin dia belakangan ini.

Pernah mengalami hal yang sama, sodari???
Hummm, rasanya kita sudah sering mendengar ungkapan bahwa mimpi adalah bunga tidur. Jadi mendingan ngga usah di pikiran deh jeng.
But galz, ngga ada salahnya dong kalo kita pingin tahu sedikit tentang Sesuatu yang hampir tiap hari kita alami ini.

Sobat, tahu ngga, bahwa ketika kita tidur, bahkan hingga terlelap sekalipun, otak kita itu ternyata tidak ikut beristirahat, atau dengan kata lain masih tetap bekerja. Hal ini dapat dibuktikan dengan menggunakan bantuan alat yang mampu mendeteksi aktifitas otak kita sewaktu tidur yaitu PET, dengan cara menyuntikkan cairan sejenis gula yaitu radioactive glucose.
Sebuah hipotesis, activation-synthesis hypothesis, menyatakan bahwa mimpi sebenarnya adalah sebuah proses berfikir ketika kita tidur. Perlu diketahui bahwa penjelasan ini sebenarnya telah muncul jauh hari sebelum para psikolog barat mengemukakannya, yaitu oleh seorang ilmuwan muslim bernama Al Kindi.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya tadi bahwa otak kita itu tetap bekerja sekalipun kita dalam keadaan tidak sadar, tidur.
Nah, hal-hal yang muncul dalam mimpi kita itu kemungkinan besar adalah dipengaruhi oleh memori dan pengalaman masa lalu kita sendiri yang sebelumnya telah tersimpan secara sadar atau tidak di dalam otak. Sobat, sebenarnya Ibnu Miskawayh dan Ibnu Hazm adalah ilmuwan muslim yang pertama kali mengatakan demikian.

Ketika kita dalam keadaan sadar, sedikit banyak kita bisa mengendalikan kerja otak kita contohnya seperti tentang apa yang mau atau akan difikirkan. Namun, dalam keadaan tidur, kita tidak bisa mengendalikan fikiran kita seperti dalam keadaan ketika sadar. Alhasil, bagian otak manapun yang saat itu sedang aktif, tanpa kita sadari akan memunculkan memori yang tersimpan disitu ke dalam mimpi kita.
Misalnya takut anjing karena sebelumnya pernah di kejar-kejar sampe’ jatuh masuk ke got dan berdarah (komplet banget ya?!) lalu pengalaman itu tersimpan dalam memori kita.
Dalam otak kita, bagian yang berkaitan dengan timbulnya rasa takut adalah Amygdala. Maka ketika Amygdala bekerja aktif sewaktu kita tidur, ini bisa jadi akan mengaktifkan memori kita tentang takut anjing tadi. Akhirnya, kita jadi mimpi di kejar anjing lagi deh.  
Sobat, perlu diketahui juga bahwa sesungguhnya memori kita itu tidak hanya disimpan terpusat di satu bagian otak saja, karena otak kita sendiri ini pada dasarnya terdiri dari banyak bagian.
So, kalo pake teori diatas tadi, ternyata benar bahwa mimpi memang hanyalah bunga tidur. Yaah, setidaknya begitulah kesimpulan untuk sementara ini. In other word, we can say that dream is only a sort of result of random activity in our brain. Thus, it is meaningless.
Diterangkan dalam hadits Bukhari (Vol.9, buku 87, No. 144) disebutkan bahwa mimpi itu bisa dikategorikan menjadi 3, yaitu mimpi baik (berasal dariAllah), mimpi buruk (berasal dari syaitan), dan mimpi biasa (berasal dari diri kita sendiri). Berdasarkan kategori tadi, maka jenis mimpi seperti di atas bisa dimasukkan kedalam kategori yang ketiga.  
Wallahu ‘alam      

0 comments:

Post a Comment

 
;