Mungkin kita jengkel, ketika mungkin tidak terlalu dilibatkan dalam mengambil keputusan, sedang kita merasa bahwa kita seharusnya terlibat
marah, sedih...
Ahh, sebenarnya kawan, itu tak perlu. bukankah seharusnya kita bahagia, karena orang lain masih ingat pada diri kita disaat masa sulitnya? kita-lah yang ia ingat. kemudian ia datang. dan itu..itu artinya dia percaya, bahwa kita-lah yang bisa membantunya menyelesaikan masalah.
lihat! kita masih bisa memberi manfaat kepada orang lain. lalu mengapa kita jengkel??
Dan ketika kita tidak dilibatkan dalam suatu urusan, sedangkan seharusnya suara kita di dengar, ahh...tahukah kawan. ego kita-lah yang sedang berteriak.
sahabatku yang baik hati...sungguh,itu bukan dirimu...
kembalilah menjadi dirimu



0 comments:
Post a Comment