Diculiknya Prof. Aslan, Direktur OIC dan pendiri Akademi Indigo, Dr. Recep Gul menjadi suatu ancaman bagi masyarakat Islam dunia. Detektif Indigo terpilih dari seluruh dunia, dipanggil untuk menyelidiki kasus rumit ini. Dan yang terpilih itu adalah enam sekawan dari Junior High School Indigo Sepang - Chen-chung si hafiz, Faruq yang serba tahu, Mihrimah Maryam pakar sains forensik, Ruzbihan yang tajam indera pembaunya, Rabiah Zaitun si ahli kimia, juga entomologis, Isamu Nakamura. Dalam penyelidikan itu mereka mengusut suatu konspirasi besar yang melibatkan seorang tenaga pengajar mereka, di samping menyelesaikan kasus pembunuhan kejam seorang pelajar. Berhasilkah para remaja ini menyelesaikan semua tugas berat ini??? Silahkan baca sendiri kelanjutannya di buku Detektif Indigo kembali karya Faisal Tehrani!
Guys, itu tadi hanya sekedar prolog untuk pembahasanku kali ini.
Yup! Aku lagi interest banget akhir-akhir ini dengan topik Anak Indigo. Mungkin ada yg udah familiar banget dg istilah ini, tapi biarin deh… pokoknya aku tetep mo ngebahas (maksa ih..).
Istilah Indigo awalnya diperkenalkan pada tahun 1982 melalui buku Understanding your life through Color, tulisan Nancy Ann Tappe. Namun ada pernyataan lain yg menyebutkan bahwa Edgar Cayce telah lebih dahulu memperkenalkannya. Tappe, yg merasa dirinya memiliki kelebihan mampu melihat aura warna orang lain menemukan banyak anak yg lahir dengan aura indigo pada tahun 1960-an.
Savannah Thomas Arrigo menulis di www.todayslocalnew.com pada tahun 2006, menyatakan terdapat kira-kira 97% anak-anak dibawah 10 tahun adalah indigo, 70% yg berumur antara 15-25 tahun juga indigo, dan 40% dari yg berusia 25-38 tahun telah dikarunia kemampuan indigo.
Kata Indigo sendiri berasal dari bahasa Spanyol yg berarti Nila. Dalam spectrum warna pelangi, indigo berada antara warna ungu dan putih ini berada diurutan yg ke-6.
Berikut ini kita akan melihat apa itu cakra dan dari mana kaitan warna itu dengan intuisi tajam yang menjadikan seseorang berpredikat indigo dengan ketajaman intuisinya. Di tubuh halus manusia yang disebut juga tubuh bioplasmik diketahui punya pintu-pintu energi. Kesehatan pintu-pintu energi itulah yang mendasari energi elektromagnetik (aura) seseorang dan warna yang tertangkap sebagai pancaran sinar elektromagnetik itu adalah hasil dominasi keaktifan pintu-pintu energi tersebut. Pintu-pintu energi itu disebut cakra diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti roda yang berputar.
1. Cakra dasar warna energi merah bertanggung jawab untuk kesehatan tulang dan otot di tubuh fisik dan memberi energi pada semangat hidup seseorang.2. Cakra kedua warna energi oranye bertanggung jawab untuk kesehatan organ-organ reproduksi dan memberi energi pada kemampuan berinteraksi dengan sesama.
3. Cakra ketiga warna energi kuning bertanggung jawab untuk kesehatan organ-organ reproduksi dan memberi energi pada ambisi seseorang baik positif maupun negatif.
4. Cakra keempat warna energi hijau bertanggung jawab pada semua organ yang berada dalam rongga dada dan memberi energi pada timbang rasa perasaan seseorang.
5. Cakra kelima warna energi biru bertanggung jawab pada organ dalam rongga leher termasuk telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dan memberi energi pada kemampuan seseorang dalam berinteraksi dan berkomunikasi, juga berkreativitas halus seperti melukis, dan menulis.
6. Cakra keenam warna energi indigo disebut juga nilai yang bertanggung jawab pada seluruh organ dalam rongga kepala termasuk pancaindera dan memberi energi pada kepekaan intuisi dan ketajaman perasaan (felling) untuk hal-hal abstrak, seperti berpikir cepat.
7. Cakra ketujuh warna energi violet bertanggung jawab pada semua organ di kepala, khususnya otak dan memberi energi pada sikap seseorang berhubungan dengan keillahian.
Jadi, jelas bukan indigo child memiliki ketajaman intuisi karena dari sinar elektromagnetik tubuhnya saja, yaitu auranya yang hampir seluruhnya merupakan tanda keaktifan yang lebih dominannya pintu energi yang satu itu yakni cakra mata ketiga yang terindikasikan mengeluarkan energi berwarna indigo.
Masih menurut Tappe lagi, warna indigo bias dilihat dg Kirlian photography (invented by Seymon Kirlian in 1939) atawa dg menggunakan AVS (aura video station) ciptaan Johannes R.fisslinger pada thn 1997.
Perkembangan manusia ternyata diselaraskan 1 oktaf warna seseuai dg urutan warna pelangi. Bermula dari merah, jingga, kuning, biru, ungu, indigo (nila), dan putih.
Warna ini memiliki cakra yg ada dalam tubuh manusia. Maka, Cakra diibaratkan seperti corong tenaga yg terletak diseluruh bagian tubuh. Cakra merah paling bawah, dan cakra putih berada diubun-ubun kepala.
Cakra ini berubah mengikut peredaran zaman. Contohnya masa ketika Alva Edison, Einstein, James watt & Nicola Tesla mulai menemukan elektronik, masa ini dikenal dg cakra biru (yg terletak antara leher dan dada). Kemudian manusia memasuki zaman lebih abstrak yg dikaitkan dg perubahan spiritual (cakra ungu), lalu selanjutnya cakra manusia pun beredar ke dahi.
Meski begitu, ada juga psikiater yg mendiagnosa mereka mengidap penyakit ADHD, (penyakit hiperaktif kurang perhatian), atau OCD (obsessive compulsive disorder), Dyslexia bahkan Autis. Beberapa anak indigo memang cenderung murung, memiliki insomnia dan suka mengigau disaat tidur.
Berbeda dengan anak yang mendapat predikat jenius yang kemampuan otak mereka luar biasa pintar dan menjadikan mereka menonjol dalam prestasi belajar, dan selalu dipastikan selalu menduduki peringkat satu di kelas bahkan di angkatannya, anak-anak yang termasuk indigo child dalam kehidupan sehari-hari bisa terkesan biasa-biasa saja dalam segi prestasi, bahkan ada beberapa yang harus tinggal kelas. Ciri anak indigo bisa dilihat dari beberapa faktor antara lain, adanya ucapan / tindakan cerdas dan bijaksana pada usia yang relatif muda yang setara atau bahkan melebihi orang dewas. Anak-anak indigo juga memperhatikan alam dan fenomenanya dan berbakat psychic.
Itu sebenarnya bukan berarti indigo child anak yang ber-IQ rendah, malah sebaliknya kalau diperiksa bahkan IQ mereka banyak yang sangat tinggi, setaraf, bahkan lebih dari, IQ anak jenius. Nah di mana masalahnya, kenapa mereka bisa berbeda. Indigo child kebanyakan malas belajar dan kurang ambisi, bahkan beberapa anak mengeluh sering sakit kepala karena banyak hal yang mereka tidak mengerti berada di pikiran mereka. Walaupun akhirnya kita melihat banyak juga anak indigo memang bisa mencetak prestasi bintang menyamai anak-anak jenius.
1. mereka yg memiliki ketajaman indera ke-6 hingga mampu melihat/ menerobos antar dimensi (telepati, intuisi)
2. mereka yg cenderung pada bidang seni & sastra,
3. mereka yg memiliki kemampuan mengobati berbagai macam penyakit,
4. konseptual. Pakar dalam merancang dan mengkoordinasi suatu program.
After all, ada banyak tanggpan yg muncul sehubungan dengan fenomena ini.
Beberapa orang percaya anak indigo ada kaitannya dg proses Reinkarnasi yg dipercayai oleh umat Budha dan Hindu karna ada anak indigo yg bisa menceritakan peristiwa2 masa lampau yg tidak banyak diketahui public. Bahkan ada yg menganggap mereka ini kerasukan roh halus, sedangkan sebagian lainnya menyebut mereka ini adalah malaikat yg diutus Tuhan untuk memperbaiki kerusakan dibumi.
Faisal Tehrani, Sastrawan muda dari negri jiran bahkan sampai melakukan ekspedisi khusus ke Indonesia dan Turki demi menyelidiki dan mengkaji perkembangan anak indigo. Semua hasil kajiannya dirangkum dalam novel-nya yg menkjubkan; Detektif Indigo yg menggondol tempat ke-2 dalam hadiah Sastera Kumpulan Utusan 2004 (kategori novel remaja).
Menurut dia, kebanyakan anak indigo tidak boleh berinteraksi terhadap sembarang sinar radiasi seperti TV, Hp dan computer karna ini bisa mengurangi kemempuan mereka. Faisal sendiri mengaku pernah berjumpa dg seorang anak indigo di Indonesia yg masih tinggal didaerah hutan.
Di Indonesia, syukurnya telah didirikan KPSII, Komunitas dan Pusat Studi Indigo untuk membantu para indigo agar bisa memberdayakan kemampuan mereka demi kemaslahatan masyarakat. Menurut catatan resmi pihak mereka, hingga tahun 2010, diperkirakan 5797 anak indigo yg berada dibawah asuhan mereka.
Satu contoh anak indigo yg berhasil diliput oleh tim TV3 pada tanggal 23 juni 2000 lalu yaitu seorang anak afrika bernama Sheikh Sharifuddin yg berusia 5 thn, telah mengislamkan beribu-ribu orang hanya dg 1 ceramah saja. Ia menguasai 5 bahasa; Swahili, arab (padahal dia bukan keturunan arab), inggris, perancis, dan itali. Uniknya lagi, dia ternyata dilahirkan dari sebuah keluarga non-muslim. Subhanallah…
Demikian liputan singkat kami hari ini. Sekiranya anda berminat mengenal lebih jauh lagi tentang bocah istimewa ini, silahkan langsung merujuk ke beberapa link yg kami sediakan dibawah ini.
Ini link resmi tempat nogkrongnya para anak indigo, atw kalo pingin tau lebih banyak gimana sih cirri-cirinya anak indigo itu??
sumber:



0 comments:
Post a Comment