Seorang kawan pernah bercerita bahwa ia memiliki beberapa kenalan yang ia sebut sebagai lady man. Maksudnya lelaki yang berprilaku seperti wanita. Ketika itu sedang liburan idhul fitri. Dan ia bertemu dengan salah seorang waria ini di satu pusat perbelanjaan. Si waria ini bekerja sebagai kasir. Jika kita sekilas melihat si lady man ini, niscaya kita akan percaya bahwa dia adalah seorang gadis melayu cantik dan anggun dengan baju kurungnya. Begitu paparnya.
Si sahabat kita ini sempat bertanya, “kok ngga cuti liburan begini? Ngga mudik?”
Jawab si waria itu,” keluarga tidak menerima saya selama saya masih seperti ini (waria). tapi Saya tak peduli. Saya hanya inginmenjadi diri saya sendiri”.
Di lain waktu si waria ini bercerita tentang kehidupannya kepada teman kita ini. Karena ia sering berbelanja di pusat perbelanjaan tersebut, maka mereka sering bertemu dan menyapa. Si waria bercerita bagaimana ia melakukan operasi plastik demi memodifikasi tubuhnya hingga nampak seperti seorang model. Tentang belanja kosmetik bulanannya, dsj. Dengan itu maka dia menganggap, seperti itulah dirinya.
Menjadi diri sendiri?? Sungguh! Memikirkan ucapan ini, justru membuatku makin yakin bahwa sebenarnya dia yang justru tidak mengenal dirinya sendiri. Dia tahu,bahwa dia dilahirkan sebagai lelaki normal, namun ia malah ingin menjadi seorang perempuan. Dia paham bahwa tubuh yang dimilikinya adalah tubuh seorang lelaki, namun dengan segala upaya ia rubah sesuai dengan keinginannya. Ini…bukankah justru menunjukkan bahwa ia tidak mengenal dirinya sendiri?? Fitrah awalnya adalah sebagai seorang pria, bukan wanita.
Tidak ada orang yang paling menderita melebihi orang yang tumbuh tidak menjadi dirinya sendiri, tumbuh tidak menjadi jasadnya sendiri, dan tidak menjadi pikirannya sendiri (Angelo Battero)
Dan kurasa, saat ini… dia merasakan penderitaan itu. karena dia sedang mendustai dirinya sendiri.


0 comments:
Post a Comment