Thursday, December 6, 2012

Adakah kehidupan di luar angkasa sana??


Malam hari.
Lagi, seperti biasa, untuk yg kesekian kalinya, duduk di depan jendela yg terbuka, menikmati pemandangan malam yg indah dari atas bukit sambil sesekali menyeruput secangkir coklat panas. Hmmm… nikmat.
Dibawah sana, lampu-lampu jalanan dan lampu gedung-gedung kampus semarak menghiasi malam. Sayangnya, suasana langit tidak sesemarak dibumi bawahnya, tidak nampak kerlipan bintang. Fiuhhh… hari gini, susah aja mau ngeliat bintang.
Jadi inget pas kecil dulu. Selepas belajar malam, biasanya diriku sama si adek suka duduk diluar, ngeliat bintang sambil bercerita atau bermain, sementara para sesepuh asyik ngobrol ditemani pisang goreng atau bakwan. Duuuh… jadi laper! (halahh)

Dan… kembali lagi disini. Masih seperti tadi… bintang tetep aja susah dilihat.
Padahal, kalo menurut lokasi, kampusku ini terletak agak jauh dari hingar bingar kota, serta masih asri dikelilingi hutan dan sungai. Ditambah lagi posisi asramaku yg berada di atas bukit, seharusnya tidak ada hambatan untuk melihat bintang. Tapi…yaaah…nyatanya, mendung ngga mendung, bintangnya tetep sembunyi.
Hmmm… actually, every I see the dark night sky, I always have this question in my mind. I wonder, is there any life over the outer space?? Adakah kehidupan diluar sana??

Well, perhaps I was mostly influenced by the movie I watched. But indeed, I’m curious.
Star trek, star wars, Alien, seperti yg kita tahu, adalah sederetan produk movie industry yg mengusung tema ini. Sebagian menganggap ini non sense_ buat apa memikirkan, membuang waktu, tenaga dan uang untuk hal-hal yg belum/ tidak pasti, sedangkan di bumi saja masih banyak yg harus diperhatikan. Namun demikian, ternyata tidak sedikit juga yg serius ingin menggarapnya lebih jauh. NASA contohnya_yg meyakini hipotesis bahwa ada kehidupan diluar sana, dan getol melakukan eksplorasi _ dan ESA, European Space Agency. UFO, piring terbang, peristiwa rosswell, area X, adalah istilah-istilah yg lekat dg mereka.
Anyway, here I’m not gonna talk bout this kinda stuff. But guys, let’s take a look from another point of view since we are muslim. Seperti yg kita yakini sbg muslim, bahwa al Qur’an adalah kitab yg paling lengkap dalam menjelaskan segala sesuatu (QS 16: 89). Maka, tentu tidak ada salahnya bagi kita untuk merujuk kembali.

Salah satu surah yg diasumsikan para ulama berhubungan dengan topik ini adalah Asy-Syura: 29, “ … dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk melata yang Dia sebarkan pada keduanya….”.
Dalam kamus populer arab, kata daabbah diartikan sebagai binatang melata.
Hamka, dalam tafsirnya Al Azhar, menafsirkan kata tersebut sebagai ‘segala yg hidup, merangkak, merayap dan berjalan dg kaki’. Menurut beliau, ayat ini memberi sinyal tentang adanya kehidupan diluar bumi. Beliau menambahkan lagi, “binatang melata tidak hanya ada dibumi saja, melainkan juga dilangit. Tegasnya mereka ada di bintang atau di planet lain”.

Sementara itu, Said Hawa, berpandangan lain didalam tafsirnya, al-Asas fi al Tafsir. Pertama, beliau tidak menampik pendapat yg serupa dg Hamka. Namun demikian beliau juga memiliki pendapat lain, bahwa ayat ini menerangkan tentang adanya kehidupan dibumi berupa jin, manusia dan berbagai binatang, dan kehidupan dilangit dalam bentuk para malaikat, tidak ada makhluk lain selain dari itu. Semuanya juga sudah bertebaran dilangit dan dibumi berdasarkan ketetapan Ilahi. Ibnu Katsir, dalam tafsirnya al Quran al Azim, juga sependapat dengan beliau.

Dalam Tafsir al Misbah, ditemukan pembahasan yg sedikit berbeda, bahwa malaikat, jin dan arwah sebenarnya tidak termasuk sebagai yg disebut dalam kata daabbah tadi. Hanya manusia yg bisa masuk kategori karena manusia bisa disebut sbg ‘binatang cerdas/ berakal’.
However, Abul A’la Al Maududi tetap keukeuh percaya bahwa ada kehidupan dikeduanya, Di bumi maupun dilangit. As he stated in his book, the meaning of the Qur’an on page 146; “this is the clear pointer to the fact that life doesn’t only exist on the earth but on the other planet as well”.
Intinya, dikalangan ilmuwan muslim sendiri terjadi perbedaan pendapat terhadap isu ini.
Nevertheless, kita tetap harus mempertimbangkan keberadaan faktor-faktor penunjang kehidupan seperti air dan udara (oksigen), apakah juga tersedia disana. Sejauh ini, hal yg pertama kali dilakukan oleh para ilmuwan explorer luar angkasa adalah selalu mencoba mendeteksi keberadaan sumber air diluarsana
anyway Guys, menurutku ada satu poin lagi yg menarik, yaitu kata langit diayat tersebut, mungkin bisa diartikan lebih luas lagi. Maksudnya langit itu tidak hanya terdiri dari lapisan langit saja, tapi juga ruang yg berada antara langit dan bumi itu sendiri (luar angkasa). Dengan demikian, pendapat yg tadi disebutkan oleh Abul A’la Maududi bisa saja benar.

After all, cukup masuk akal juga rasanya kalau memang ternyata ada kehidupan lain di luar angkasa selain dibumi. Karena semesta ini sebenarnya luas dan terus mengembang (teori big bang dan surah az Zuriyat :47), terlalu luas untuk manusia yg saat ini diketahui baru menempati satu planet kecil (bumi) saja, yg terletak di salah satu titik di galaksi bima sakti.
Satu ayat al Quran lain, ar-Rahman: 33, “ hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintas) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah. kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”.
Finally, ini adalah tantangan, bagi umat muslim khususnya, untuk membongkar rahasia alam semesta yang masih misteri, dan terlebih lagi Untuk semakin menyadari keagungan Penciptanya.

0 comments:

Post a Comment

 
;