Sahabat, tanpa disadari, kadang diri kita ini masih egois lho. Tidak peduli pada sahabat kita, tetangga, bahkan sanak saudara nun jauh disana. Astaghfirullah
Kok bisa??
Hummm, Coba deh di ingat kembali, seberapa seringkah kita menyebut mereka di dalam doa-doa kita? seberapa banyakkah porsi doa kita untuk mereka? Jangan-jangan, selama ini kita terlalu sibuk berdoa untuk diri kita sendiri saja? Nah lho…
Tidak. Sama sekali tidak ada yang salah ketika kita hanya berdoa untuk diri kita sendiri. Ngapain gitu, repot-repot mikirin orang lain.
Tapi sahabat, bukankah kita ini seorang muslim? Dan setiap muslim itu selalu terhubung dengan saudara seiman lainnya? Ukhuwah, tentu sudah pada familiar kan dengan istilah ini.
Imam Al Gazhali pernah berkata, Ukhuwah itu bukan pada indahnya pertemuan, tapi pada ingatan seseorang terhadap saudaranya di dalam doanya.
Coba kita simak kembali hadith berikut, “Tidak ada seorang muslim pun yang mendoakan kebaikan bagi saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.”(HR. Muslim). Istimewanya lagi, doa jenis ini akan cepat dikabulkan oleh Allah.
Mengapa?? Karena Allah menyukai orang yang selalu mendoakan orang lain. Sebab itu menandakan bahwa orang tersebut peduli dan sayang pada saudaranya, tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Ketika dia mendoakan kelulusan sahabatnya, itu menandakan ketulusunnya. Ketika dia berdoa agar saudaranya di ampuni dosa-dosanya, itu artinya dia memikirkan keselamatan orang tersebut. Duh, mulia sekali bukan orang yang seperti ini. Maka wajarlah jika Allah menyayanginya dan cepat mengabulkan doa-doanya.
Seorang muslim sejati tidak mementingkan dirinya sendiri, kan?!
Jadi, ayo mulai alokasikan sebagian doa kita untuk orang lain. Untuk sahabat kita, tetangga, saudara kita di Gaza, untuk para pemimpin negri ini, untuk semua pejuang islam, dan untuk umat islam.



0 comments:
Post a Comment