Friday, December 14, 2012

Epilog. Siklus kehidupan

“Orang bilang, hidup dimulai hari ini. Waktu kita bangun tadi pagi. Bukan hari kemaren bukan juga besok. Tapi gue percaya hari ini bukan hanya dimulai pada saat kita membuka mata tadi pagi, hari ini dimulai jauh sebelum hari itu”. (film Mengejar Matahari,2004).
Tapi  menurutku, Sebenarnya hidup itu dimulai sejak satu organisme mulai menghuni sebuah ruang sempit dan gelap, didalam rahim seorang ibu, hidup, dan mulai tumbuh. Saat itulah sebuah awal dimulai.
Ketika kita sudah hadir dipanggung dunia, kita lantas mulai belajar hal2 kecil dan simple. Menangis, menendang, melihat, mendengar, merasa, juga mengisap. Banyak tidur, dan sering tersenyum, walau kita juga belum mengerti untuk apa kita tersenyum. Lalu belajar merangkak, hingga akhirnya bisa berdiri dan berjalan, sebuah perjalanan yang panjang telah kita awali ketika kita mulai melangkahkan langkah pertama kita saat itu. saat itu juga kita mulai belajar bagaimana mempercayai orang lain karena ternyata kita masih terlalu lemah dan tergantung pada yg lain.
Waktu terus beranjak, dan kita pun  mulai memasuki masa yg paling menyenangkan, masa kanak-kanak. Kita bermain, melompat, berbicara dan berlari sepanjang hari. Tidak pernah kita merasa begitu sibuk, karena kata itu masih terlalu asing bagi kita, yang ketika itu hanya mengerti bahwa hidup itu terlalu sayang untuk dihabiskan dimeja belajar.


Ketika mulai masuk ke alam persekolahan, kita akhirnya mulai benar-benar belajar. Hampir seluruh waktu kita habiskan untuk tahu dan mengerti banyak hal. Kenapa begini…kenapa begitu…adalah 2 kalimat yg sering terlontar dari bibir kita. Tak pernah lelah bertanya, kapanpun dan pada siapapun. Kita begitu menikmati saat itu, tidak terlalu memikirkan tentang masa depan atau masa lalu. motto yang penting, "tiada hari tanpa bertanya".
Remaja, ah… akhirnya sampa juga kita di fase ini. Puber adalah fenomeno unik yg pastilah akan kita alami. Prilaku pun mulai berubah. Kali ini, kita begitu sering menghabiskan waktu didepan kaca, sibuk dengan penampilan, hang out dengan kawan-kawan, mulai serius mencari identitas diri, sering adu argument dengan orang tua, dan haha…mulai tertarik dengan lawan jenis. However, Inilah saat kritis sepanjang hidup kita, sering disebut masa transisi, karena kita berada diantara 2 fase yg cukup berbeda, yaitu mulai meninggalkan masa kanak-kanak dan beralih menjadi seorang dewasa. 
Fase awal dewasa waktu kita juga banyak dihabiskan untuk belajar, bekerja dan berfikir dewasa (love). Kehidupan baru lainnya juga menanti ketika kita akhirnya memutuskan untuk menjadi pasangan sang kekasih. Memiliki keluarga sendiri; suami/istri dan anak tentulah bukan sesuatu yg mudah. pepatah bilang, kita tidak akan pernah tahu bagaimana cinta orang tua hingga kita menjadi seperti mereka. Dan inilah saatnya kita tahu!
Tak terasa, perjalanan kita sudah begitu jauh, hingga ketika kita bercermin, sosok lain sudah berdiri disana. Letih memperhatikan diri yang terus tergerus waktu, kini menjadi tua, keriput, dan lemah. Tak terasa, sudah diambang senja rupanya usia kita. Lalu kita paham, bahwa ini adalah masa untuk memikirkan seberapa lama lagi waktu tersisa, dan bagaimana menggunakannya agar tidak terbuang percuma, dan agar semua yang sudah dilewati tidak menjadi sia-sia belaka.
Dan akhirnya, tiba juga saat itu, time to leave! Saatnya berpisah!
Satu episode telah selesai, dan babak baru yg lain pun di mulai. Inilah yg disebut orang sebagai kematian. Apa dan bagaimana, silahkan cari sendiri jawabannya…

0 comments:

Post a Comment

 
;