ketika gejolak menghantam jiwa
karena kemilau cemerlang cahaya
hanya air mata yang mampu berkata
begitu dalam tertoreh luka
mengacaukan tatanan cinta pada-Nya
hingga suburlah tumbuh Rasa
maka kembali muncul asusila
menggugat penuh tanya prasangka
tak puas akan cipta karya
yang bahkan tak pernah dirasa semesta
begitu cepat lenyapnya tengadah syukur
terbawa derasnya amarah yang tak terukur
maka aku bertanya,
inikah satu dari keangkuhan yang hina???
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 comments:
Post a Comment