Sobat, percaya ngga, apa yang kita baca, sedikit banyak ternyata bisa mempengaruhi diri kita, pikiran kita, gaya bicara, bahkan moral kita lho.
Coba deh perhatikan. Orang yang doyan baca komik, biasanya gaya ngomongnya juga ikutan ngomik. Yang hoby baca jurnal ilmiah, kalo bicara biasanya tampak elit gitu, pake istilah-istilah yang melangit. Atau yang suka baca kitab sastra, Communication Style-nya pasti ngga jauh jatuh dari pohonnya. Pun yang suka dengan bacaan yang berbau-bau tidak sedap (maksudnya yang mengandung kekerasan, pornografi dan segala yang mengarah kepada kerusakan), kata-kata yang keluar dari mulutnya biasanya juga sama tidak sedapnya untuk didengar.
Di dunia ini, tidak sedikit orang-orang yang mengukir sejarah mengakui bahwa mereka terinspirasi dari buku ini, kitab itu, dsb.
RA. Kartini misalnya. Berangkat dari buku-buku Belanda yang dibacanya tentang emansipasi wanita, maka bangkitlah ia sebagai pelopor bagi kaum wanita pribumi (Indonesia) untuk mendapatkan persamaan hak atas pendidikan. Setelah membaca buku How to Launder, Mahatma Gandhi kemudian mulai mencuci dan menyetrika pakaiannya sendiri. Wah…
Menurut , ketika membaca buku, kondisi psikologi kita akan ikut terpengaruh.
Dan tanpa kita sadari pula hal itu bisa me-ngubah atau membentuk kepribadian kita.
Nah…nah… percaya atau ngga, ada loh korelasinya antara intensitas membaca Al Qur’ an dengan level of temperament. Ngga percaya? Coba deh buka surah az-zumar: 23. “Kemudian menjadi tenang (lembut) kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah”. Tuuuh…
Kalau kita melihat kembali era Rasulullah, sahabat, tabi'in, dan generasi mukmin setelahnya, yang notabene hidupnya dekat dengan Al Qur' san, jarang sekali rasanya kita mendengar kisah temperamen mereka, cepat naik darah, pemarah, dan yang sejenisnya. Bahkan seorang Umar ibnu Khattab yang terkenal keras, dapat dengan mudahnya menangis ketika melihat penderitaan rakyatnya.
Menurut ustadzah Yoyoh Yusroh (alm) orang yang rajin membaca Al Qur’ an, jiwanya akan menjadi lembut karena senantiasa disirami hikmah. Pembawaanya tenang dan optimis, karena dia yakin Allah bersamanya. Dan tentunya dia jadi lebih pede, karena kulitnya juga ikutan lembut. Hehe.
Intinya, apapun yang kita baca, kelak akan mempengaruhi hasil produksi kita. Karena input akan menentukan output. Seperti teko. Apabila diisi teh, maka tentu yang keluar adalah teh. Jika diisi air comberan, mungkinkah yang keluar susu sapi??
So, inget ya. You are what you read. Coz, orang cerdas pasti pilih bacaan yang berkualitas.



0 comments:
Post a Comment